COAST GUARD

Ditjen Hubla Gelar FGD Pembinaan Penyelam, Legalisasi Sertifikat Penyelam Bidang Salvage Dan Pekerjaan Bawah Air

Direktur KPLP Ahmad Saat Sambutan Acara FGD Di Hotel Grand Orchard Jakarta

Mimbarmaritim.com – Jakarta

Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan penyelaman merupakan kegiatan pendukung dalam pelaksanaan kegiatan Salvage dan/atau pekerjaan bawah air, untuk itu pelaksanaan kegiatan penyelaman yang aman dan selamat perlu didukung oleh suatu pembinaan yang salah satunya yaitu melalui legalisasi sertifikat penyelam bidang Salvage dan Pekerjaan Bawah Air dari instansi teknis Pembina dalam hal ini Direktorat Jenderal perhubungan Laut Cq Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad membuka acara FGD ini di hotel Grand Orchardz Rajawali Kemayoran dari tanggal 6 sampai dengan 9 April 2021.

Ahmad menjelaskan penyelenggaraan legitimasi kegiatan penyelaman bidang salvage dan pekerjaan bawah air telah diatur berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/14/DJPL-14 tanggal 27 Agustus 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penyelam Salvage dan Pekerjaan Bawah Air yang mengatur tentang persyaratan Sarana prasarana penyelenggara diklat, kualifikasi instruktur persyaratan peserta, kurikulum silabi, dan klasifikasi penyelam bidang salvage dan pekerjaan bawah air yang harus dipenuhi oleh lembaga diklat penyelam bidang salvage dan pekerjaan bawah air, calon peserta diklat dan instruktur Penyelam Salvage dan Pekerjaan Bawah Air.

Dalam sambutannya, Ahmad menyebutkan bahwa Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai telah melaksanakan beberapa Diklat Penyelaman Bidang Salvage dan pekerjaan bawah air untuk peningkatan kemampuan personil pada Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai unsur pelaksana pengawasan kegiatan Salvage dan Pekerjaan Bawah Air.

Untuk itu, katanya apabila diperlukan personil tersebut dapat diberdayakan untuk mendukung dalam hal penyelenggaraan Diklat Penyelam Salvage dan pekerjaan bawah air dilakukan oleh BPSDM dan/atau Badan Usaha atau Lembaga Pelatihan yang telah memiliki izin dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Ahmad mengungkapkan FGD ini merupakan upaya Ditjen Hubla dalam melakukan pembinaan terhadap penyelam bidang salvage dan pekerjaan bawah air melalui legalisasi sertifikat penyelam untuk dapat melaksanakan kegiatan penyelaman bidang salvage dan pekerjaan bawah air.

Sehingga diharapkan dari kegiatan ini diperoleh saran masukan yang konstruktif dalam rangka pelaksanaan kegiatan penyelaman bidang salvage dan pekerjaan bawah air yang aman dan selamat sesuai standar operasi prosedur keselamatan kerja penyelaman bidang salvage dan pekerjaan bawah air karena kegiatan penyelaman memiliki konsekuensi resiko yang sangat tinggi.

“Hasil dari FGD ini juga diharapkan diperoleh formula untuk melakukan legalisasi terhadap lembaga diklat penyelam yang akan menghasilkan penyelam-penyelam untuk dapat menjadi penyelam kerja komersial bidang salvage dan pekerjaan bawah air dengan mengacu kepada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/14/DJPL-14 tanggal 27 Agustus 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penyelam Salvage dan Pekerjaan Bawah Air,” tutup Ahmad.

Dalam acara FGD ini turut hadir dan ikut membuka acara ini Mayjen TNI Mar (PURN) Buyung Lalana sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Antar Lembaga, Dirjen Binapenta, SKK Migas, Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL), DPP ISUCA, serta DPD (APSPBAI).(MM-01).


Kategori:COAST GUARD, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s