KORPORASI

HUT 75 Tahun Indonesia Merdeka, Pelindo IV Semangat Bangun Negeri

Pelabuhan Makassar

Mimbar Maritim – Makassar

Selama 75 tahun Indonesia Merdeka, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tak henti-hentinya turut ambil bagian dalam pembangunan di negeri ini, terutama Kawasan Indonesia Timur (KTI) yang kaya akan sumber daya alam.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto melalui keterangannya di terima Mimbar Maritim hari ini,Senin (17/8/2020) mengatakan, sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun ini “Indonesia Maju”, Pelindo IV telah melakukan cukup banyak hal, terutama dalam lima tahun terakhir.

“Dari segi infrastruktur, kami terus melakukan pembangunan di hampir semua cabang. Bahkan saat ini, kami juga masih terus melakukan progress pembangunan Makassar New Port (MNP), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memajukan Indonesia utamanya dari wilayah KTI,” ungkap Toto.

Toto menjelaskan bahwa di awal 2016 lalu, Pelindo IV tercatat membangun infrastruktur di sembilan pelabuhan, yaitu Pelabuhan Bitung, Kendari, Tarakan, Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Merauke serta MNP Tahap I A. Proyek tersebut yang pendanaannya menggunakan anggaran investasi dari internal Perseroan dan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun yang dikucurkan tepat diakhir 2015 lalu.

“Alhamdulillah semuanya telah rampung 100% sesuai yang diprogramkan oleh manajemen,” katanya.

Ia menyebutkan tepat di tahun ini, di tengah badai pandemi Covid-19, PT Pelindo IV berhasil mewujudkan sebuah transformasi bisnis di Cabang Ambon. Melalui pengembangan proses bisnis, modernisasi peralatan, pengembangan IT, serta penyegaran struktur organisasi.

“Tak hanya melulu berpikir dan membangun bisnis Perseroan, manajemen Pelindo IV juga selalu berupaya untuk merangkul setiap masyarakat di daerah sekitar. Melalui berbagai kegiatan CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” ujarnya.

Menurut dia, melalui dua program yang banyak menyentuh warga sekitar dan masyarakat di KTI ini. Pelindo IV coba mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial. Tak sedikit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah mendapatkan bantuan dari Perseroan.

“Tak hanya bantuan dana, kami juga memberikan bimbingan dan pelatihan melalui pengembangan kapasitas (capacity building) kepada setiap kelompok usaha yang mendapatkan bantuan dana PKBL,” tutur Toto.

Lebih lanjut Toto, menyampaikan unuk CSR, Pelindo IV tak hanya langsung menyentuh kepada masyarakat sekitar tetapi juga ada yang bekerjasama dengan pemerintah daerah masing-masing, komunitas, badan amal dan sebagainya. Teranyar, bantuan CSR yang diberikan oleh Serikat Pekerja (SP) Pelindo IV yang berkaitan dengan pemutusan rantai penularan Virus Corona melalui bantuan APD, masker, wastafel portable, sembako dan lain sebagainya.

Pelindo IV juga senantiasa peduli dengan musibah yang menimpa masyarakat dan selalu tidak tinggal diam bila terjadi bencana di suatu wilayah, seperti musibah banjir bandang yang terjadi di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli lalu.

Tak hanya manajemen Perseroan Kantor Pusat, cabang dan anak perusahaan, tetapi hampir seluruh karyawan Pelindo IV juga ikut terpanggil untuk memberikan bantuan kepada para korban banjir bandang di Luwu Utara tersebut.

Selain itu, katanya Perseroan juga memiliki agenda rutin kemanusiaan yakni “Donor Darah” bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), terutama saat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati pada setiap 1 Mei.

Toto menambahkna satu hal yang tidak pernah luput dari perhatian adalah masalah lingkungan. Karena manajemen berprinsip, memerhatikan manusia juga harus sepaket dengan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, Pelindo IV selalu mengedepankan masalah-masalah lingkungan dalam setiap pembangunan infrastrukturnya.

“Terutama kajian-kajian AMDAL yang tentunya melibatkan kementerian serta pihak-pihak terkait di dalamnya. Bahkan selalu memerhatikan mitigasi lingkungan sekitarnya,”tutup Toto.

Sementara, Senior Manager Fasilitas Pelabuhan PT Pelindo IV, Arwin pada kesempatan yang lalu mengatakan salah satu contohnya dalam pembangunan MNP. Proyek ini dibangun secara bertahap dan per paket pekerjaan ini memiliki AMDAL yang telah dikantongi Perseroan dan merupakan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 177 Tahun 2010, yaitu Tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Pengembangan Pelabuhan Makassar di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV.

“Dalam membangun MNP, kami selalu berupaya untuk tidak pernah luput dari mitigasi terhadap lingkungan sekitarnya. Kami juga selalu berusaha memperkuat ekosistem laut dengan menggunakan material alam, di mana sistem konstruksi menjadi habitat baru bagi ikan-ikan yang ada,” ujar Arwin.(Ody-01).

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s