KORPORASI

Pelabuhan Patimban Menjadi Pintu Gerbang Utama Perekonomian Jawa Barat

Pembangun Pelabuhan Patimban

Mimbar Maritim – Jakarta

Pertumbuhan ekonomi yang pesat setiap tahunnya menyebabkan terjadinya peningkatan pada volume peti kemas yang ditangani di suatu pelabuhan. Salah satunya adalah volume peti kemas di Tanjung Priok, sehingga pelabuhan tersebut mencapai kapasitasnya untuk menampung peti kemas. 

Selain itu, pengiriman dari sisi transportasi darat dari Tanjung Priok juga sering mengalami kemacetan yang cukup tinggi. Untuk itu, dibangunnya pelabuhan baru di wilayah Subang – Jawa Barat dengan mengetahui wilayah industri di sekitar Jawa Barat. 

Kemungkinan perpindahan pengiriman peti kemas, pangsa pasar dan biaya dikeluarkan untuk pengiriman peti kemas baik dari foreland maupun segi hinterland. Pengiriman peti kemas dari lima negara yaitu Singapura, China, Korea, Thailand dan Malaysia. 

Pengiriman peti kemas melalui hinterland dan foreland menuju daerah Karawang dan Bekasi lebih efektif melalui Tanjung Priok.Dengan perincian biaya sebesar Rp. 3,6,- juta dan Rp.2,8 ,- juta. Sedangkan pengiriman menuju daerah Subang, Indramayu, Bandung, Tasikmalaya, dan Purwakarta lebih efektif melalui Patimban. Dengan biaya masing masing adalah Rp 2,7 juta, Rp 3,4 juta, Rp 4,9 juta, Rp 6 juta dan Rp 3,7 juta. (Anandya Elsa Arira 22/01/2018)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui sambungan Daring mengatakan peluncuran awal (soft launching) Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang rencananya akan dilakukan awal November 2020. Itu mengacu kepada arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (liputan6.com 07/08/2020).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Menurut Ridwan Kamil, saat ini perkembangan pembangunan tahap I pelabuhan yang menjadi bagian dari kawasan Segitiga Rebana ini, hampir rampung atau mencapai lebih dari 90 persen.Proses pembangunan Pelabuhan Patimban relatif cepat, karena seluruh pemangku kepentingan termasuk perusahaan pengerjaan proyek menunaikan tugasnya dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, tentunya ini adalah bukti kalau kita kompak, segala tantangan bisa diatasi dengan baik. Rencana soft launching ini mudah-mudahan bisa terlaksana (sesuai target),” kata Ridwan dalam keterangan resminya di Bandung, Jumat (7/8/2020).

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sudah terlibat langsung dalam pembangunan Pelabuhan Patimban. Terutama terkait penetapan lokasi (penlok) sejak 2019 yang sudah selesai dilakukan.

Ridwan mengatakan penlok yang sudah dirilis sejak 2019 itu, telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, kepala desa, dan masyarakat. Tujuannya untuk memastikan tidak banyak dinamika dan spekulasi yang merugikan seluruh kelompok masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari mengatakan pembangunan Tahap I yang sudah mencapai lebih dari 90 persen termasuk di dalamnya reklamasi dan aksesnya. Selain itu, paling lambat di 2022 Pelabuhan Patimban sudah beroperasi lebih dulu untuk melayani bongkar muat produksi otomotif.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari

“Secara keseluruhan proses pembangunan pelabuhan ini masih berjalan dengan baik. Tadi dilaporkan oleh teman-teman pelaksana di lapangan, kurang lebih 2021 atau 2022 untuk tahap pertama untuk 250 ribu (produksi) otomotif,” ucap Hery.

Hery menambahkan, penyediaan lahan untuk Pelabuhan Patimban sudah mencapai 80,6 persen atau 296 hektare baik untuk back up area maupun akses jalan menuju pelabuhan. Sehingga, tersisa 19,4 persen atau 71 hektare yang masih dalam proses pembebasan, termasuk di dalamnya 27,3 hektare Tanah Kas Desa (TKD) di back up area yang harus diganti.

Ditempat terpisah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat dapat diselesaikan untuk tahap I konstruksinya pada bulan Oktober 2020.Dengan begitu pelabuhan bisa melakukan soft launching dan bisa mulai beroperasi pada November 2020.

“Kami berharap semua pihak kerja keras agar Pelabuhan Patimban ini mulai dapat beroperasi pada November 2020,” kata Budi Karya, dalam keterangannya. (detikFinance 09/08/2020).

Budi Karya menjelaskan, beberapa pekerjaan masih dalam tahap finalisasi. Mulai dari pembuatan jalan akses hingga pemilihan operator. “Beberapa pekerjaan saat ini masih dalam proses yang harus segera difinalisasi seperti ramp on dan ramp off dari jalan akses, penetapan alur pelayaran dan perairan pandu, pemilihan operator, dan sejumlah hal lainnya. Diharapkan semuanya dapat selesai tepat waktu,” ungkap Menhub.

Untuk mendukung aksesibilitas, Budi Karya menjelaskan Pelabuhan Patimban akan dilengkapi dengan akses jalan tol dan jalur kereta api. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadikan kawasan Pelabuhan Patimban ini menjadi kawasan logistik besar.

Pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3.75 juta peti kemas (TEUs). Kemudian, pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7 juta TEUS (ultimate).

Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor alias car terminal yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car Terminal ini nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun apabila pembangunan sudah selesai hingga di tahap ketiga.

Pelabuhan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor produk kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi dan Tanjung Priok.

Kawasan Segitiga Emas Cirebon-Patimban-Kertajati atau yang lebih dikenal dengan Rebana diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbesar di Indonesia dengan dukungan konektivitas Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati.Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi sebuah pelabuhan besar nantinya.

Proyek pembangunan Terminal yang mulai dikerjakan bulan Oktober 2018 oleh Konsorsium Penta-Rinkai-TOA-PP-WIKA diharapkan dapat dilakukan soft opening pada bulan November tahun ini.

Saat ini progress pembangunan proyek Terminal Patimban telah mencapai 77,38% dimana Dermaga Peti Kemas seluas 420 meter x 34 meter tersebut memiliki kapasitas 250.000 TEUs dengan area reklmasi seluas 60 hektare.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh konsorsium tersebut mencakup antara lain Car Berth, Container Bert, Car Terminal, Temporary Admi Area & Temporary Car Terminal, Truck Waiting Area, Container Terminal, Roack Work – North Bund, Utiliy Building Work, Temporary Admi Building Work, dan akses area.

Selain pekerjaan proyek pembangunan Terminal di Paket 1, PT.Pembangunan Perumahan (Persero) bersama PT WIKA (Persero) membangun Jembatan Pengubung sepanjang 1 kilometer dengan target penyelesaian pekerjaaan di bulan Desember 2021.

Pekerjaan pembangunan Jembatan Penghubung tersebut masuk dituangkan kedalam pekerjaan Paket 3 yang mulai dikerjakan sejak bulan April 2020. Pembangunan Jembatan Penghubung tersebut akan menjadi akses utama penghubung badan pelabuhan dengan jalan akses dan back up area.

Selain mengerjakan Paket 1 dan 3, PT.PP yang tergabung dalam JV dengan dengan Shimizu-BCK juga ditunjuk oleh Pemerintah untuk mengerjakan Paket 4, yaitu Jalan Akses. Proyek pembangunan Jalan Akses yang telah dikerjakan sejak bulan Oktober 2018 tersebut memiliki Panjang 8,2 kilometer.Saat ini, progress pembangunan Jalan Akses tersebut telah mencapai 93,56% dan ditargetkan dapat diselesaikan pada bulan Desember tahun ini.

“Perseroan bersama perusahaan konstruksi lainnya optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Per tanggal 03 Agustus 2020, progress pembangunan konstruksi Terminal dan Peti Kemas telah mencapai 77,38% dan progress pembangunan Jalan Akses yang telah mencapai 93,56%. Sehingga Pemerintah dapat segera melakukan Soft Opening atas beroperasinya sebagian dari aktivitas di Pelabuhan Patimban,” kata Direktur Utama PT.PP Novel Arsyad.(Editor – Ody).


Penulis : Heryanto Direktur Eksekutip Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s