KORPORASI

Sejauh Mana Pelabuhan I, II, III, IV Mengaplikasikan Sistim Digitalisasi …?

Mimbar Maritim – Jakarta

Perkembangan industri 4.0 tidak dapat dihindari lagi termasuk untuk sektor kepelabuhanan. Pemanfaatan big data, Internet of Things (IoT) hingga otomasi kian berkembang termasuk di pelabuhan Indonesia.

Industri transportasi, logistik, pelayaran, dan pelabuhan bakal mengubah tradisional ke arah digitalisasi guna memasuki era 4.0, karena hampir semua layanan di era tersebut lebih banyak dilakukan menggunakan digital.

Semua aktivitas di sektor transportasi dan logistik, serta kepelabuhanan dituntut sudah mulai beralih ke sistem otomatisasi, teknologi Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT).

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) 

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) terapkan Digitalisasi Pelabuhan dan raih dua penghargaan, Pelindo I torehkan catatan apik. Kali ini, Pelindo I meraih dua penghargaan Top IT & Telco 2018 yang diselenggarakan Majalah It Works di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam ajang tersebut Pelindo I berhasil meraih penghargaan dengan kategori TOP IT on Back End & Front End 2018. (pelindo1.co.id 10/12/2018)

Penghargaan Top IT & Telco 2018 yang bertema Great IT for Great Business & Government ini diselenggarakan oleh Majalah It Works merupakan penghargaan bagi lembaga baik pemerintah maupun swasta. Yang dinilai berhasil membangun sistem kerja dan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital yang penilaiannya dilakukan secara obyektif dan independen oleh para pakar IT.

Penghargaan ini diberikan kepada Pelindo I karena program dan komitmen Pelindo I dalam penerapan sistem IT. Dalam proses transformasi bisnis dan program digitalisasi pelabuhan dalam peningkatan layanan kepada pelanggan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi Pelindo I yang telah menerapkan dan memanfaatkan teknologi dengan baik untuk proses bisnisnya. Dinamika era digital membuat Pelindo I terus melakukan inovasi dengan melakukan implementasi teknologi untuk mendukung era industri 4.0,” terang Baratto Rosalina.

Baratto Rosalina menjelaskan bahwa Pelindo I telah melakukan transformasi bisnis dan teknologi dengan penerapan digitalisasi pelabuhan untuk segmen layanan penumpangn serta layanan kapal dan barang.

Pada segmen layanan penumpang, Pelindo I menerapkan sistem e-berthing dan e-pass di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang dalam mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Selain itu, pada segmen layanan kapal dan barang, Pelindo I menerapkan Integrated Billing System (IBS) dan penyandaran kapal dengan sistem window atau jadwal yang telah direncanakan di Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) dan Belawan International Container Terminal (BICT) sejak tahun 2017.

Sistem ini memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa karena dapat diakses melalui smartphone. Pelindo I juga sedang melakukan migrasi sistem Front End Pelindo I dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terpadu ke sistem baru yang disebut Indonesia Gateway Master Terminal (IGMT) untuk menunjang dan mempercepat program digitalisasi pelabuhan.

“Pelindo I akan terus berinovasi dan melakukan pengembangan IT untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan semakin mempermudah pengguna jasa. Kedepannya, kami akan menerapkan teknologi digital di setiap pelabuhan milik Pelindo 1 agar mampu bersaing di era pasar nasional maupun global,” tutup Baratto. 

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II mempercepat teknologi digital dalam pelayanan kepelabuhanan untuk menyambut era new normal. Hal itu untuk mempermudah pelayanan dan mengurangi penyebaran Covid-19.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan digitalisasi tidak hanya terbatas pada penerapan teknologi, namun dengan seluruh proses pelayanan di pelabuhan. Oleh karena itu, kolaborasi antar pengguna jasa dan penyedia jasa (IPC) menjadi kunci.

“Butuh komitmen kuat semua pemangku kepentingan untuk mempercepat digitalisasi kepelabuhanan,” kata Arief (katadata 19/06/2020).

Dia menyebut IPC bakal transformasi digital secara internal dan eksternal. Pada lingkup internal, IPC telah mengadopsi aplikasi digital untuk sistem di laut dan darat yang mencakup terminal pelabuhan, pergudangan, serta area pendukung lainnya. Dari sisi laut, IPC memanfaatkan teknologi inaportnet serta aplikasi digital lain seperti VMS, VTS, MOS, SIMOP untuk aktivitas labuh, kapal pandu, kapal tunda, kepil dan tambat.

Sedangkan dari sisi terminal, IPC memanfaatkan aplikasi TOS, NPK TOS, dan Car Terminal Operating untuk kegiatan bongkar muat serta pemindahan barang. Adapun untuk area pendukung IPC sudah memanfaatkan aplikasi Behandle Operating System, Warehouse Operating System, serta Autogate System.

Sedangkan dari sisi eksternal, IPC telah menggunakan platform e-Service  untuk melayani pengguna jasa. Adapun fitur e-service tersebut di antaranya layanan registrasi, booking, billing, tracking, pembayaran, dan pengaduan pelanggan (e-care).

Selama pandemi Covid-19, berbagai platform digital yang disiapkan IPC terbukti efektif menjamin kelancaran layanan kepelabuhanan. Oleh karena itu, pemanfaatan platform e-Service akan diperkuat saat normal baru.

“Kami mendorong pengguna jasa terus memanfaatkan e-Service dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan penerapan protokol kesehatan, di mana aktivitas pertemuan langsung atau tatap muka diminimalisir,” jelas Arif.

Menurut Arief, IPC hanyalah satu mata rantai yang ada dalam rantai logistik. Di pelabuhan ada 18 institusi atau lembaga lain yang menjadi bagian dari sistem logistik nasional. Jika semua pelayanan di pelabuhan bisa mengadopsi teknologi digital dan terintegrasi, bakal tercipta model bisnis baru di pelabuhan yang lebih cepat, lebih mudah dan transparan.

Lebih lanjut, Arief mengatakan IPC sudah memperkenalkan Port Community System (PCS) yang bisa digunakan sebagai platform bersama bagi semua pemangku kepentingan di pelabuhan. PCS merupakan sebuah sistem yang bisa memfasilitasi pertukaran informasi, data, dan dokumen secara cepat dan mudah.

Meski begitu, Arief mengakui, pemanfaatan PCS belum secepat yang diharapkan perusahaan. Pasalnya, hal tersebut mengubah kebiasaan-kebiasaan lama.
“Saya yakin era normal baru ini mendorong kita semua untuk mengarah pada pemanfaatan platform digital yang akan mempercepat semua pelayanan di pelabuhan,” katanya.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)

PT Pelindo III sudah menyiapkan dana hingga triliunan rupiah, hanya untuk menyiapkan berbagai aplikasi digital tersebut. Hal itu, dilakukan semata untuk memudahkan layanan bagi para pengguna jasanya, membuat pengguna jasa merasa nyaman, aman, dan transparan.

Saat ini, Pelindo III telah melakukan upaya-upaya baru guna mendukung proses digitalisasi dan otomatisasi di sektor pelabuhan, antara lain seperti menerapkan pelayanan pengiriman pesan secara elektronik (Delivery Order Online/DO Online) barang impor di seluruh terminal peti kemas yang dikelolanya. (goodnewsfromindonesia.id)

Pelindo III turut berkontribusi besar dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, terutama dari sisi digitalisasi di sejumlah pelabuhannya. Bahkan sistem Home Terminal pun mereka tawarkan untuk memudahkan para pengguna jasanya.
Dengan digitalisasi pelabuhan, pelayaran bisa langsung mendapatkan akses informasi terkait pergerakan kegiatan, dan biaya-biaya kapal setiap saat secara cepat dan akurat.

“Yang penting yang kami harapkan, layanan digital di pelabuhan ini akan mendorong terjadinya efisiensi biaya dan waktu pelayanan kapal,” ujar praktisi pelayaran, Carmelita Hartoto.

Memang, dengan sistem digital tersebut, layanan di pelabuhan menjadi cepat, mudah, dan transparan. Misalnya, untuk layanan penyandaran kapal, layanan pemanduan-penundaan, sudah menggunakan digital, sehingga pelayaran dapat memantau semuanya.

Platform edukasi teknologi, Edukasi 4.0 juga turut membantu pemerintah dalam mengembangkan SDM guna menghadapi era Industri 4.0. Melalui metode pembelajaran daring dan praktek langsung, Edukasi 4.0 menyediakan berbagai macam materi pembelajaran terutama di sektor teknologi industri 4.0.

“Kompetensi SDM merupakan salah satu faktor kunci penting yang harus digalakkan pemerintah guna mendukung penerapan teknologi di era Industri 4.0,” ujar Rejive Dewangga selaku CEO dari Edukasi 4.0.

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Makassar terus melakukan pembenahan dan pengembangan demi mengikuti perkembangan zaman, khususnya pada revolusi Industri 4.0 sekarang ini.

Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Wilayah VI DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, mengatakan revolusi industri terus berkembang dan sekarang sudah memasuki era 4.0.

“Inovasi baru kami saat ini adalah digitalisasi pelabuhan untuk efisiensi. Salah satunya menerapkan e-pass guna mengurangi pungutan liar, sekaligus meminimalisir perlakuan kriminal dalam pelabuhan,” ujar Farid.

Optimalisasi dengan sistem digitalisasi itu tujuannya untuk efisiensi. Kelak semuanya akan terintegrasi dengan e-ticketing dan e-pass pelabuhan pada tahun ini.

Farid juga menyatakan jika di era Industri 4.0 ini menciptakan ekosistem antar-pemangku kepentingan menjadi keharusan demi terciptanya tujuan bersama yakni kesejahteraan.

“Menciptakan ekosistem menjadi keharusan di era Industri 4.0 sekarang ini. ALFI dan pemangku kepentingan lainnya harus bisa bersinergi untuk tujuan besar bersama,” katanya.

Dalam musyawarah wilayah ALFI itu, Farid juga menyampaikan fokus utamanya yakni integrasi logistik, membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Makassar New Port.

“Jika terwujud, ini adalah industri pertama di dalam pelabuhan nantinya. Rencana pembangunan KEK juga kami rencanakan di Pelabuhan Pantoloan, Bitung, dan Sorong,” ucap Farid. (Editor-Ody).

Penulis : Heryanto Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s