LOGISTIK

Kapal Ternak Camara Nusantara 2 Angkut 550 Ekor Sapi Rute Perdana Kupang – Dumai

Mimbar Maritim – Kupang
Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Kupang melepas kapal ternak KM.Camara Nusantara 2 mengangkut 5050 ekor sapi yang dioperatori oleh PT. Pelayaran Wirayuda Maritim dengan rute perdana dari Pelabuhan Tenau, Kupang NTT langsung menuju Pelabuhan Dumai, Riau tadi malam pada pukul 23.45 WITA, Jumat (17/7/2020).

Kapal angkutan sapi tersebut, merupakan respon terhadap permintaan Pemerintah Daerah Dumai atas tingginya kebutuhan hewan Sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Rute pelayaran Tenau – Dumai terbilang baru mengingat selama ini  kapal ternak KM. Camara Nusantara 2 milik Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut mempunyai rute tetap yaitu Kupang – Tanjung Priok Jakarta.

“Untuk pemenuhan ketahanan pangan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengakomodir permohonan Pemerintah Daerah Dumai untuk memastikan ketersediaan pasokan ternak jenis sapi di Provinsi Riau yang sebagian besar merupakan pasokan dari luar Provinsi Riau kurang lebih 70%  setiap tahunnya. Dengan melakukan deviasi rute kapal KM. Camara Nusantara 2 yang mengangkut 550 ekor sapi langsung dari Kupang menuju Dumai,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt.Wisnu Handoko melalui keterangan pers di Jakarta diterima Mimbar Maritim, hari ini Sabtu (18/7/2020).

Capt.Wisnu menjelaskan bahwa kondisi ini sangat memungkinkan jika ada Pemerintah Daerah lainnya, juga mempunyai kebutuhan memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Adapun menjelang Hari Raya Idul Adha biasanya akan menjadi Peak Season angkutan ternak karena volume permintaan daging sapi hidup meningkat tajam. Yang biasanya pengiriman mayoritas ke Jakarta maka menjelang Idul Adha akan ada permintaan ke daerah-daerah lain seperti Balikpapan, Riau dan Bengkulu dimana tujuan tersebut ini tidak ada dalam trayek reguler yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah.

Untuk itu, terkait dengan permohonan penambahan atau perubahan rute pengoperasian kapal ternak, Capt.Wisnu Handoko  menjelaskan bahwa pada prinsipnya semua  Kapal Ternak bisa digunakan untuk mengangkut Ternak sepanjang masih di wilayah dalam Negeri Indonesia.

“Ada 6 unit kapal ternak yang siap mengangkut hewan sapi, untuk memenuhi ketahanan pangan suatu wilayah jika dibutuhkan,” kata Capt.Wisnu.
Saat ini mengingat ketersediaan anggaran subsidi Pemerintah, maka rute kapal ternak saat ini diberikan sesuai dengan trayek yang direncanakan pada tahun sebelumnya. Dengan rute dan voyage yang sudah ditetapkan sesuai usulan daerah pengirim dan penerima.

Capt. Wisnu juga menambahkan Jika pada tahun berjalan ada permintaan deviasi rute di luar yang telah ditetapkan, maka seharusnya ada usulan resmi dari daerah pengirim dan penerima harus mendapat persetujuan terlebih dahulu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut cq Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut serta Direktorat PHH Ternak Kementerian Pertanian.

“Sedangkan apabila Rute baru yang diminta tersebut membutuhkan anggaran karena tidak cukup dibiayai dengan anggaran subsidi tahun berjalan. Maka akan dihitung bersama dengan instansi dan pihak terkait, dimana pemenuhannya akan dibiayai oleh pihak pengirim ternak,” tutup Capt.Wisnu.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Aprianus Hangki, mengatakan bahwa pemberangkatan perdana sapi dengan menggunakan Kapal Ternak KM. Camara Nusantara 2 dari Pelabuhan Kupang Provinsi NTT ke Pelabuhan Dumai Provinsi Riau ini dapat terselenggara serta mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, KSOP Kelas III Kupang, PT. Pelindo (Persero) III Cabang Kupang, KSOP Kelas I Dumai, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Peternakan Provinsi Riau, Seknas BUMP (Badan Usaha Milik Petani) Indonesia serta Mitra Binaan dalam penyiapan proses kegiatan ini dari awal hingga hari H.

Hangki menjelaskan, bahwa kegiatan pengapalan perdana angkutan ternak dengan tujuan Dumai-Riau ini dilaksanakan pemuatan sapi ke atas Kapal Camara Nusantara 2 pada tanggal 17 Juli 2020 mulai pukul 12.00 WITA dan selesai muat pukul 23.45 WITA, untuk selanjutnya  akan berlayar menuju Dumai dengan jarak tempuh 1631 mil laut dan kecepatan 10 knots yang diharapkan dapat tiba pada tanggal 24 Juli 2020 atau 7 hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1441 H.

“Selama pelayarannya, hewan sapi akan mendapatkan perawatan yang layak agar kondisi sapi tetap prima dan terjaga dengan baik hingga nanti tiba sampai tujuan,”kata Hangki.
Ketua Seknas Badan Usaha Milik Petani Indonesia BUMP, Sugeng Edi Waluyo menjelaskan bahwa ia menyampaikan permohonan kepada Dirjen Perhubungan Laut sebulan lalu agar program Tol Laut Angkutan Khusus Ternak dapat memfasilitasi pengiriman sapi asal peternak Kupang ke Dumai Kepulauan Riau. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hewan qurban di wilayah tersebut, sekaligus untuk pertama kalinya membuka jalur perdagangan pengiriman ternak dari provinsi NTT ke Kepulauan Riau.

“Pengiriman 550 Ekor ternak ini yang dilakukan oleh Shipper CV. Bina Taruna dan Consignee BUMP Provinsi Riau, PT. Trans Argo Lestari dan PT. Apkarkusi Mutiara Nagori diharapkan menjadi awal yang baik dalam mensukseskan program swasembada daging di seluruh pelosok tanah air,”ujar Sugeng.

Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendorong swasembada pangan terutama untuk bahan makan daging sapi nasional agar kebutuhannya masyarakat tetap dapat terpenuhi. 

Dalam hal ini Pemerintah terus memberikan dukungan agar swa sembada pangan khususnya daging sapi dapat terpenuhi dengan tetap mengoperasikan enam kapal ternak yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 lalu.

Adapun keenam kapal ternak dimaksud adalah KM. Camara Nusantara 1 yang dioperasikan oleh PT. Pelni, KM. Camara Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT. Pelayaran Wirayuda Maritim, KM. Camara Nusantara 3 dan KM. Cemara 4 yang dioperasikan oleh PT. Subsea Lintas Globalindo, KM. Camara Nusantara 5 yang dioperasikan oleh PT. Luas Line. Kelima kapal ini beroperasi dengan pelabuhan pangkal di Kupang, NTT. Sedang satu kapal lagi yaitu KM. Camara Nusantara 6 yang dioperasikan oleh PT. ASDP beroperasi dengan pelabuhan pangkal di Kwandang Gorontalo.

Dari  total 6 unit kapal ternak tersebut,  5 unit diantaranya adalah generasi ke 2 dengan desain yang lebih ideal untuk menjamin animal welfare atau kelayakan perlakuan kesejahteraan hewan yang dikirim dengan kapal.
Dari data yang ada pada sampai dengan bulan Juni 2020 sebanyak 13.163 ekor sapi, 24 ekor kambing dan 24 ekor kuda telah diangkut oleh ke enam kapal tersebut guna mendukung pemenuhan kebutuhan daging di seluruh wilayah Indonesia terutama wilayah Propinsi DKI Jakarta.

Program pengoperasian kapal khusus angkutan ternak yang disediakan Kementerian Perhubungan merupakan salah satu implementasi dari program Tol Laut dalam mendukung pemenuhan ternak dari daerah sentra produksi ternak ke wilayah konsumen. Sehingga biaya pengoperasiannya masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah dalam hal ini melalui Anggaran Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.(Ody-01).

Kategori:LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s