KORPORASI

Pelabuhan Bagendang Potensi Support Pertumbuhan Ekonomi Kotawaringin Timur – Kalteng

General Manager Pelabuhan Bagendang Muh Junaedhy

Mimbar Maritim – Sampit

Pelabuhan Bagendang pengelolaannya dibawah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) merupakan pelabuhan Sungai tepatnya di Sungai Mentaya. Pelabuhan ini salah satunya pintu gerbang perekonomian Kota Waringin Timur Kalimantan Tengah.

Manajemen Pelabuhan Bagendang terus berkomitmen mengembangkan dan  meningkatkan fasilitas serta pelayanan, karena sektor kepelabuhanan di daerah ini sangat besar dan diperkirakan akan terus meningkat.

Terminal Pelabuhan Bagendang saat ini, untuk petikemas terus berkembang, pada tahun lalu (2019) mencapai 63.295 TEUs. Pertumbuhan petikemas khususnya di Kalimantan Tengah cukup bagus terutama di Pelabuhan Bagendang, karena banyak sekali mensupport kebutuhan masyarakat untuk kebutuhan bahan pokok atau dasar dan juga bahan penunjang lainnya seperti barang konsumsi (comsumer goods),” ujar General Manager (GM) Pelabuhan Bagendang Muh Junaedhy kepada Mimbar Maritim di ruang kerjanya, Ju’mat (10/7/2020).

Junaedhy mengatakan Bagendang salah satu pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) berada di wilayah Sampit – Kotawaringin Timur Kalteg sampai saat ini belum memiliki industri pendukung dan kawasan berikat untuk muatan balasan keluar dari Pelabuhan Bagendang. Dari sisi perkembanganya masih kebanyakan barang seperti semen dan barang konsumsi (consumer goods) yang masuk ke Kalteng melalui Pelabuhan Bagendang sedangkan arus barang yang keluar sangat minim.

“Untuk kapal petikemas lebih banyak liner dari Surabaya – Bagendang dan sebaliknya, kalaupun ada deviasi cukup sedikit dari Bumiharjo atau Batu Licin melalui tiga perusahaan pelayaran yakni Meratus, SPIL dan Temas,”katanya.

Menurut dia, bahwa perkembangan petikemas tersebut cukup bagus karena barang melalui transportasi laut sangat potensi dan lebih mudah penangannannya baik dari sisi keselamatan cukup baik dan kemudahan mentransport serta pendistribusiannya kepada penerima barang jauh lebih mudah. Akses jalan masuk pelabuhan Bagendang sekarang jauh lebih bagus dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

“Jadi para pengguna jasa mempunyai alternatif untuk membongkar barang atau striffing di pelabuhan tidak susah atau mau dibawa langsung juga bisa. Karena sepanjang jalan dari Kotawaringin Timur hingga Pelabuhan Bagendang sekarang cukup banyak bertumbuh pergudangan,”ucapnya.

Junaedhy menyebutkan, kedepan pihaknya optimis akan perkembangan atau pertumbuhan arus barang melalui Bagendang. Karena belum lama ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata  Ruang khusus untuk Kawasan Industri Bagendang (KIB). 

Harapannya kata Junaedhy bahwa setelah Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang tersebut ditindaklanjuti sama Pemda, maka untuk itu pelabuhan siap mendukung dan mempromosikan KIB dengan luas 1000 hektar. Untuk menyokong kegiatan pelabuhan dan sebaliknya pelabuhan juga siap akan mendukung pertumbuhan perekonomian khususnya di Kotawaringin Timur. Kini infrastruktur untuk pelabuhan Bagendang sudah sangat mumpuni.

Lebih jauh, Junaedhy menjelaskan pelabuhan Bagendang saat ini memiliki fasilitas panjang dermaga multipurpose mencapai panjang 440 meter, secara otomatis kapasitas bongkar muat meningkat dan produktivitas pelabuhan yang akan membawa manfaat turunan berupa peningkatan efisiensi logistik. Untuk pengangkutan dan pendistribusian barang di kawasan Kalimantan Tengah. 

“Dermaga multipurpose ini difungsikan untuk melayani bongkar muat (B/M) barang peti kemas maupun curah, seperti CPO (Crude Palm Oil) yang merupakan komoditas andalan wilayah sekitar (hinterland) Pelabuhan Bagendang.
Posisi pelabuhan Bagendang dari Bui satu jarak 42 mil dan Pelabuhan Bagendang ke muara jaraknya 24 mil,”terangnya.

Disinggung terkait fasilitas lain Pelabuhan Bagendang saat ini miliki yaitu Container Yard (lapangan penumpukan container) seluas 30.000 meter, Container Crane (CC) 35 ton, Rubber Tyred Gantry (RTG) kapasitas 35 ton, Head Truck 6 unit, Chassis 6 unit, Forklit Kapasitas 3,5 ton, Mesin Loading CPO 100 ton per jam.

Ia mengungkapkan dengan fasilitas yang ada dimiliki pelabuhan Bagendang untuk bongkar muat barang. Kita berharap perkembangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat khususnya di Sampit juga bisa membaik. Karena Pelabuhan Bagendang selain melayani B/M pupuk, ada juga pelayanan CPO dengan turunannya berupa bungkil dan cangkang sawit yang orientasinya ekspor.

Diperkirakan pengirimannya pada semester I tahun 2020 telah melayani muatan mencapai 10.000 ton cangkang dalam 2 shipmant untuk domestik. Sedangkan bungkil ekspor per bulan mencapai 6000 matrix ton (MT) dengan rata-rata per shipment 2000 -2200 MT tujuan ke Vietnam.

Semester I tahun 2020 kunjungan kapal petikemas biasanya perbulan hanya 14 call dengan capaian 27.000 TEUs dan per call 350 TEUs muatan kapal mengalami penurunan disebabkan kondisi pademik Covid-19. Namun pada bulan Juli 2020 diperkirakan akan naik menjadi 19 call, dengan harapan kedepan perbulan bisa mencapai 22 call atau sekitar 5000 sampai dengan 5100 TEUs. 

Terminal Pelabuhan Bagendang B/M nya, kata dia seluruhnya dikendalikan oleh manajemen Cabang Sampit dan di disign untuk dioperasinalkan sendiri. Pelayanan sudah 24/7 dengan sistem online dan pengguna tidak perlu datang lagi ke kantor Pelindo III Cabang Sampit. 
Kebetulan selama ini, hubungan manajemen pelabuhan Sampit dengan para pengguna jasa seperti INSA sangat baik dan harmonis.

“Walaupun pelabuhan kita masih di tengah hutan tapi tidak kalah dengan pelabuhan yang ada di tengah kota seperti di Jakarta, Semarang, Surabaya dan kota lainya. Produktivitas bongkar muat pelayanan kapal petikemas di Pelabuhan Bagendang saat ini untuk BCH (box/crane /hour) mencapai 26 dan 28 sedangkan BSH (box/ship/hour) 20 dan 22. Karena pelabuhan sungai karakteristiknya lain dan bermacam – macam kendalanya beda dengan pelabuhan laut, pelabuhan sungai ada pasang surut dan pelayanan kapal petikemas merupakan prioritas kita,” tuturnya.

Junaedhy menambahkan investasi tahun 2020 diantaranya peningkatan lapangan penumpukan sekitar 1 (satu) hektar dan peningkatan pelayanan terhadap penerangan lapangan dengan memakai lampu LED, pelayanan air bersih untuk kapal salah satu faktor penunjang fasilitas, penyediaan short conection atau penyediaan listrik ke kapal untuk menghemat BBM dan mengatasi polusi udara.

“Selain itu, dulunya memakai mesin  Genset sekarang beralih kepada penggunaan arus listrik bekerja sama dengan PLN akan berdampak terhadap penghematan biaya dan mendukung green port. Investasi lainnya untuk keselamatan yaitu pemasangan hidran air dalam pelabuhan. Karena pelabuhan walaupun kecil tapi resikonya cukup tinggi, jadi kita sediakan hidran mulai dari dermaga dan lapangan penumpukan, kantor agar safety pelabuhan naik,”pungkasnya.(Ody-01)

Kategori:KORPORASI, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s