KORPORASI

Langkah Apa Yang Di Tempuh Manajemen IPC, Terkait Karyawan Resign Namun Masih Ikatan Dinas

Harijanto Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Mimbar Maritim – Jakarta

Saat ini merebak wabah di IPC/Pelabuhan Indonesia II (Persero) pekerja yang masih dalam  perjanjian ikatan dinas (antara karyawan peserta ikatan dinas dengan manajemen Pelabuhan II) resign (mengundurkan diri). Dan publik menunggu apa langkah konkret manajemen PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam mensikapi hal tersebut.

Training (pelatihan) atau pendidikan adalah merupakan salah satu bentuk (perwujudan) dari pelatihan kerja (job training). Pada prinsipnya, pengusaha mengemban tanggung jawab untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi pekerja (karyawan)-nya melalui pelatihan kerja secara berkeadilan dan tanpa diskriminatif (vide pasal 12 ayat [1] UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan/UU Ketenagakerjaan jo. pasal 3 PP No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional). 

Bahkan dalam undang-undang ditegaskan bahwa bagi perusahaan yang telah mempekerjakan karyawan 100 (seratus) orang atau lebih, wajib untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi karyawannya melalui pelatihan kerja dengan jumlah sekurang – kurangnya 5% (lima perseratus) dari seluruh karyawan setiap tahunnya. Biaya pelatihan dimaksud seluruhnya menjadi tanggung-jawab perusahaan (vide pasal 2 ayat [2] dan pasal 4 Kepmenakertrans. No. Kep-261/Men/XI/2004). 

Walaupun kewajiban untuk melaksanakan pelatihan kerja tegas disebutkan dalam undang-undang, namun karena biaya training atau pendidikan tersebut relatif besar/mahal. Maka manajemen perusahaan tentunya tidak mau dirugikan jika karyawan yang telah diikutsertakan dalam suatu program pelatihan kerja kemudian resign (mengundurkan diri) dan pindah ke perusahaan lain, yang mungkin merupakan perusahaan pesaing. 

Oleh sebab itu, beberapa perusahaan mensyaratkan atau membuat perjanjian ikatan dinas (antara karyawan peserta pelatihan dengan manajemen perusahaan) sebelum karyawan mengikuti pelatihan kerja.

Perjanjian ikatan dinas adalah murni merupakan kesepakatan perdata dengan konsekuensi yang juga bersifat keperdataan. Materi yang diperjanjikan dalam perjanjian ikatan dinas, pada umumnya adalah ganti rugi atau pembayaran kompensasi (sejumlah nilai tertentu) bilamana karyawan tersebut wanprestasi. 

Di samping itu, dalam perjanjian ikatan dinas biasanya juga memuat klausul yang melarang karyawan yang mengundurkan diri untuk (pindah) bekerja pada perusahaan sejenis dan/atau membuka usaha sejenis yang dapat menjadi pesaing sehingga merusak pasar produk perusahaan dimaksud. 

Terkait dengan itu, dalam pasal 162 ayat (3) huruf b UU Ketenagakerjaan, terdapat persyaratan, bahwa bagi karyawan ikatan dinas tidak boleh mengundurkan diri, kecuali telah dipenuhi ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ikatan dinas. 

Gugatan atas perselisihan perjanjian ikatan dinas dilayangkan (kompetensi absolutnya) kepada pengadilan umum dan tidak melalui mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebagaimana diatur dalam UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. 

Sebagai contoh Maskapai penerbangan Batavia pada tahun 2010 menggugat pramugari dan menuntut pengembalian biaya pendidikan dan denda. Sengketa perjanjian ikatan dinas dengan mantan pramugari. Maskapai penerbangan itu mempermasalahkan penghentian kerja sama sepihak oleh  salah satu karyawannya berinisial AM dan untuk menuntaskan permasalahan tersebut, Batavia Air menggugat AM ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam berkas gugatan dijelaskan AM dan Batavia menandatangani perjanjian ikatan dinas pada 22 April 2009. 

Sesuai kontrak, Batavia memberi kesempatan pada karyawan AM mengikuti pendidikan Initial Flight Attendant dengan biaya Rp22,5 juta. Biaya tersebut ditanggung Batavia Air. Setelah lulus program pendidikan, Batavia Air berhak mengikat AM dalam ikatan masa kerja selama tiga tahun. Masa kerja itu terhitung sejak 22 April 2009 hingga 21 April 2012. Jika memutuskan secara sepihak maka ia wajib mengembalikan semua biaya pendidikan dan denda AS$5000 secara tunai.

Batavia menilai perjanjian tersebut memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai Pasal 1320 KUHPerdata. Para pihak sepakat dan dalam keadaan cakap membuat perjanjian ikatan dinas, tanpa paksaan dari pihak manapun. Karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak.

Memasuki bulan kedelapan masa ikatan dinas, AM mulai tak masuk kerja. Batavia menilai hal itu sebagai bentuk pengunduran diri sebab tidak disertai alasan yang jelas meski Batavia telah mengirimkan tiga kali surat panggilan.

Batavia lalu mengirimkan surat permintaan untuk pengembalian biaya pendidikan dan denda. Namun oleh AM tidak menanggapi surat tersebut. Batavia menilai AM tidak beritikad baik dalam melaksanakan perjanjian. Karena itu, diajukanlah gugatan.

Dalam petitum gugatan, selain menuntut pengembalian biaya pendidikan dan denda, Batavia menuntut ganti kerugian immaterial sebesar Rp.1,- miliar. Batavia juga meminta majelis hakim agar menyatakan sah dan mengikat perjanjian ikatan dinas.

Sebelumnya, bahwa Batavia Air juga pernah menggugat mantan pramugari berinisial REN dengan alasan yang sama. Bedanya, dalam gugatan perkara No.170/Pdt.G/2010/PN.JKT.PST ini Batavia menuntut kerugian material sebesar Rp.16,5 ,- juta dan denda AS$7.500 serta ganti rugi immateriil sebesar Rp.1 ,- miliar. 

Terkait dengan contoh kasus perjanjian ikatan dinas tersebut diatas, IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) harus bersikap tegas. Karena biaya yang dikeluarkan dalam pendidikan tersebut adalah merupakan uang negara dan harus dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.(Editor – Ody).

Penulis : Direktur Eksekutif HMPM Harijanto

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s