LOGISTIK

KSOP Kelas II Jayapura Awasi Pelaksanaan SE.12/2020, Pelayaran Perdana Adaptasi New Normal

Mimbar Maritim – Jayapura

Pelayaran perdana untuk mengangkut penumpang di Papua khususnya di Jayapura telah kembali dibuka. Menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor SE 12 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Laut. Dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman corona virus disease 2019 (Covid-19).

Untuk itu, kapal-kapal penumpang dapat kembali mengangkut penumpang dengan mengimplementasikan adaptasi kebiasaan baru dan tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan Covid -19. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura berkesempatan melepas 2 (dua) kapal yang beroperasi perdana mengangkut penumpang setelah diberlakukannya SE 12/2020 , yaitu kapal KM. Cantika Lestari 77 dan kapal KM. Sabuk Nusantara 29. 

Kedua kapal ini mengangkut penumpang keluar dari Jayapura menuju Kabupaten-kabupaten di wilayah Papua. Sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

“Kami bersama dengan Perwakilan Staf Presiden, anggota MPR, anggota DPRD, Kapolres Kota Jayapura, KKP Jayapura, Kapolsek KP3 Laut, Kabid Laut Dishub Provinsi Papua, PT Pelindo IV Jayapura dan koordinator tiap masyarakat bersama-sama melepas kapal perdana. Yang mengangkut masyarakat menuju Kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah Papua,” ujar Kepala KSOP Kelas II Jayapura Ferra J. Alfaris sesaat setelah melepas kedua kapal perdana di Jayapura – Papua, hari ini Jumat (12/6/2020).

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut, kapal KM. Cantika Lestari 77 diberangkatkan dari Pelabuhan Jayapura menuju Pelabuhan Waren. Dengan mengangkut penumpang masyarakat Waropen sebanyak 173 orang dan tim pengawasan Pemprov Papua yang terdiri dari 4 orang dari Dishub Papua dan 4 orang dari Satpol PP, dengan Crew Kapal berjumlah 15 orang.

Selain itu, kata Ferra kapal KM. Sabuk Nusantara 29 juga diberangkatkan dari Pelabuhan Jayapura menuju Pelabuhan Biak. Dengan mengangkut penumpang 210 orang, beserta tim pengawasan Pemprov Papua yang terdiri dari 4 orang dari Dishub Papua, 4 orang dari Satpol PP, dan 2 orang Dokter dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dengan jumlah  Crew kapal 14 orang. 

Sebelumnya, KSOP Kelas II Jayapura bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura memeriksa seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dan petugas pengawas sebelum naik ke atas kapal. “Seluruh ABK kapal dan petugas pengawas telah dilakukan Rapid Test sebelum keberangkatan kedua kapal tersebut,” ujar Ferra.

Ferra menyebutkan bahwa pemeriksaan Rapid Test telah dilakukan kepada para penumpang kapal sesuai Surat Keterangan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua. “Protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker dan menjaga kebersihan tetap diutamakan,”ungkap Ferra.

Dari hasil pemeriksaan Rapid Test kepada ABK kapal, petugas pengawas dan para penumpang kapal, salah satu ABK dari KM. Sabuk Nusantara 29 didapati bahwa hasilnya Reaktif.

“Sesuai dengan SE 12 Tahun 2020, Syahbandar berhak melakukan pengawasan kekarantinaan terhadap penumpang yang dinyatakan terdapat gejala penyakit. Seperti influenza-like illness atau dinyatakan reaktif/positif terhadap Covid-19. Oleh karena itu, salah seorang ABK yang hasilnya dinyatakan reaktif tersebut kita turunkan untuk selanjutnya dilakukan karantina,” jelas Ferra.

Berkaitan dengan hal ini, lanjut Ferra bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berkomitmen. Untuk sama-sama berupaya meningkatkan pengawasan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru. Khususnya di Provinsi Papua guna menekan penyebaran Covid-19 dan menjamin aktivitas masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi laut dapat berjalan dengan baik.

Ferra juga menghimbau kepada seluruh petugas pengawas untuk selalu menjaga kesehatan terutama kebersihan selama dalam menjalankan tugasnya. 

“Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan semoga tugas apa yang kita jalankan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ody-01). 

Kategori:LOGISTIK, MARITIM, PELABUHAN, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s