KORPORASI

BKI Apresiasi Publikasi Annual Report Tokyo MoU 2019, Kapal Indonesia Tidak Kategori Black List Lagi

Rudiyanto Direktur Utama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI

Mimbar Maritim -Jakarta

Berdasarkan laporan publikasi Annual Report Tokyo MoU 2019, pada Senin, tanggal 11 Mei 2020 lalu. Untuk saat ini kapal berbendera Indonesia berhasil keluar dari kategori sebelumnya yakni Black List menjadi kategori Grey List sekarang.

Karena sebelumnya, posisi kapal – kapal Indonesia masih berada dalam kategori  Black List berdasarkan pemantauan Annual Report yang dikeluarkan oleh Tokyo MoU.

Rudiyanto Direktur Utama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menjelaskan capaian ini sungguh sangat menggembirakan sekaligus membanggakan. Karena dimaknai sebagai apresiasi lembaga Internasional atas tanggung jawab yang dilakukan BKI. Dalam menjalankan fungsi survey dan sertifikasi statutoria kapal berbendera Indonesia, sejak diberikan kepada BKI oleh Pemerintah Indonesia.

Ia mengatakan bahwa sejak tahun 2017 hingga saat ini, BKI telah dipercaya untuk melakukan survey dan sertifikasi statutoria kepada seluruh kapal – kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri.

“Awalnya BKI hanya mendapatkan otorisasi untuk 14 kapal yang berlayar ke luar negeri. Namun sekarang seluruh kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri, telah dipercayakan pada kita,” ujar Rudiyanto, kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Menurut Rudiyanto, meyakini dan tak memungkiri bahwa performa yang telah didapatkan BKI saat ini, tidak lepas dari peranan Pemerintah. Dalam membuat aturan pelaksana dan kesadaran pemilik kapal akan pentingnya menjaga kondisi kapalnya agar tetap memenuhi aturan Internasional.

Rudiyanto menambahkan, manejemen BKI menyadari capaian ini merupakan hasil  sinergi dan kerja sama yang baik antara BKI dengan Pemerintah. Dimana Pemerintah selaku pemberi kewenangan dan para pemilik kapal, yang bersama-sama memiliki komitmen. Untuk menjadikan negara Indonesia tidak berada dalam kategori Black List seperti beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Corporate Secretary BKI Iqbal Fikri menyampaikan bahwa pelayanan survey dan sertifikasi statutoria adalah merupakan pekerjaan yang dilakukan Surveyor BKI. Untuk menjamin pemenuhan perlengkapan dan peralatan kapal sesuai dengan standar International Maritime Organization (IMO), yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.

Menurut Iqbal, pelayanan bisa terlaksana melalui suatu perjanjian kerjasama dengan Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Perhubungan Laut.

Iqbal, juga mengakui perjalanan yang tidak mulus juga seringkali harus dilalui oleh BKI. Dimana awalnya pada saat masa transisi dibutuhkan edukasi kepada segenap pengguna jasa dan keseragaman. Dalam rangka penyelarasan penerapan aturan.

Ia mengatakan kehadiran Surveyor BKI sesegera mungkin dalam hal menanggapi adanya kapal yang mengalami detensi di luar negeri oleh otoritas PSC.Hal ini menjadi poin plus tersendiri bagi negara Indonesia dalam hal kecepatan waktu respon BKI.

“Jika melihat data performance Indonesia sesuai Annnual Report Tokyo Mou 2019 dalam 3 tahun terakhir, trennya selalu membaik. Hal ini menunjukan hal positif bagi kapal berbendera Indonesia yang berlayar dalam area Asia Pasifik. Sehingga apabila ini terus terjadi, besar kemungkinan dalam kurun waktu 2 atau 3 tahun kedepan Indonesia akan mampu mencapai performa yang lebih baik lagi yakni masuk dengan kategori White List,” terangnya.

Dikatakannya, sebagai gambaran dari 761 jumlah inspeksi kapal berbendera Indonesia yang tercatat pada Annual Report Tokyo MoU 2019. Maka dapat dikatakan bahwa limit kategori Indonesia Black to Grey berada pada angka 65, dan limit Grey to White adalah 41 dengan angka excess factor sebesar 0.16.

Dia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan suatu kebanggaan bagi BKI selaku badan klasifikasi nasional yang diberikan kepercayaan dan kewenangan oleh Pemerintah Indonesia. BKI akan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan yang prima. Dengan mengedepankan kepuasan pengguna jasa dan pemberi kewenangan.

“Pencapaian BKI ini, menjadi pembuktian bahwa badan klasifikasi nasional mampu menunjukkan kompetensi teknis dan pelayanan baik secara berkelanjutan,”tutup Iqbal.(Ody-01).

Kategori:KORPORASI, LOGISTIK, MARITIM, PELAYARAN

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s