KORPORASI

MENINGKATKAN PELAYANAN BONGKAR MUAT, TPK KOJA GANTI 3 UNIT GANTRY CRANE



Mimbar Maritim – Jakarta
Dalam meningkatkan pelayanan Terminal Petikemas (TPK) Koja pada tahun 2022 diharapkan sudah siap mengoperasikan tiga unit alat Gantry Crane jenis Super Post Panamax, untuk melayani kapal petikemas generasi ke empat dengan kapasitas angkut diatas 10.000 TEUs.

“Pemasangan Crane canggih tersebut, kedepan TPK Koja diharapkan mampu bersaing dengan TPK NPCT1 dan pelabuhan Patimban pada 2022,” demikian disampaikan Sekretaris Perusahan (Sekper) TPK Koja, Safuan didampingi Kahumas, Capten Didit Soediyoto usai perayaan HUT TPK Koja ke 22 di Jakarta Utara, Rabu (26/2/2020)

Menurut Safuan saat ini bahwa TPK Koja tengah mempersiapkan fasilitas pendukung untuk memasang Gantry Crane canggih tersebut. Langkah pertama akan melakukan penguatan dermaga sepanjang 600 meter dan perkerjaannya tersebut sudah dimulai awal Januari 2020.

Lebih lanjut Safuan mengatakanTPK Koja dengan mengoperasikan 3 unit super post Panamax dengan jangkauan atau row 22 sampai 27 meter yang artinya sudah mampu bersaing dengan Terminal Petikemas tetangga yakni New Port Container Terminal 1 (NPCT1).

Safuan juga menyampaikan selama tahun 2019 throughput petikemas yang dilayani TPK Koja mencapai 814.000 TEUs mengalami kenaikan sekitar 3% jika dibandingkan tahun 2018 yang hanya mencapai 889.000 TEUs.

” Prestasi throughput tersebut masih dibawah tahun 2017 yang pernah mencapai 1.092
672 TEUs atau diatas kapasitas TPK Koja yang hanya 1 juta TEUs per tahun,” katanya.

Dia menyebutkan TPK Koja untuk target tahun 2020 ini minimal sama dengan tahun 2019 disebabkan perbaikan dermaga berkurang akibat pemasangan 3 unit crane baru.

Pada tahun 2022, kata Safuan TPK Koja akan mengoperasikan 8 unit gantry crane dan saat ini ada 7 unit gantry crane. Sebab 2 gantry crane akan diganti dan ditambah 1 unit menjadi 3 unit super post Panamax.

” Sedangkan produktivitas muat TPK Koja sekarang ini sekitar 26 sampai 27 BSH (Boss/Ship/Hours) dan dan untuk bongkar bisa 30 BSH.” imbuhnya.

Safuan mengatakan TPK Koja diharapkan nantinya setelah penguatan dermaga sepanjang 600 meter dan beroperasinya tiga unit crane canggih pada tahun 2022, ditargetkan manajemen TPK Koja, throughput terminal petikemas tersebut melampaui NPCT 1

“Crane super post panamax bertujuan mengantisipasi kunjungan kapal yang trennya semakin besar. Seperti OOCL di TPK Koja memakai kapal generasi IV, dengan volume 18 ribu sampai 20 ribu TEUs perbulan,” ujarnya.

Selain itu, Safuan membahkan TPK Koja akan investasi peralatan yaitu menambah fasilitas RTG atau Tenggo dan head truck pendukung operasional, harus menyesuaikan dengan operasional container crane super post.(Ody-01).