BEA CUKAI

DJBC KANTOR WILAYAH JAKARTA MUSNAHKAN ROKOK DAN MIRAS ILEGAL SENILAI RP.6,4 MILIAR AKHIR TAHUN 2019

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi

Mimbar Maritim – Jakarta

Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo terkait pemberantasan barang ilegal dan perlindungan industri dalam negeri. Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus melakukan berbagai terobosan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai salah satu garda terdepan dalam menjaga dan mengamankan keuangan negara senantiasa melakukan inovasi dan perbaikan-perbaikan dalam menghadapi perubahan. 

“ Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta akan melakukan pemusnahan 2.777.114 batang rokok dan 14.719 botol minuman keras ilegal berbagai merk senilai Rp6.462.090.500,00. Dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp5.524.632.922,00 yang seluruhnya telah ditetapkan sebagai barang milik negara setelah mendapat persetujuan peruntukan pemusnahan dari Menteri Keuangan c.q Direktorat Jenderal Kekayaan Negara,” demikian disampaikan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi kepada awak media saat konferensi pers di Jakarta,Kamis (19/12/2019).

Menurut Heru Pambudi bahwa Barang yang akan dimusnahkan tersebut merupakan sebagian dari hasil penindakan periode tahun 2017 sampai dengan 2019. Selain itu, pemusnahan kali ini juga dilakukan terhadap barang bukti yang telah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap sebanyak 6.144 botol minuman keras dan 320.000 batang rokok ilegal berbagai merk. 

Dirjen Heru Pambudi menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2017 sampai dengan 2019 Kanwil Bea Cukai Jakarta telah melakukan program terobosan. Dalam rangka pengamanan penerimaan negara me!alui operasi macan kemayoran, operasi gempur dan operasi rutin di bidang cukai serta penyidikan TPPU, restorative justice, dan penyidikan multidoors.

Secara rinci, Dirjen Heru Pambudi menyebutkan beberapa kegiatan penindakan dan penyidikan hasil program terobosan yang telah dilakukan dan membuahkan hasil yakni Pertama periode tahun 2017 sampai dengan 2018 Penyidikan TPPU sebagai upaya pengembalian kerugian Negara secara paksa (perampasan asset). Tersangka JK dan putusan pidana penjara 3 tahun 4 bulan dan pidana denda sebesar Rp1.134.447.212 subsider 3 bulan kurungan dengan memperhitungkan harta yang telah disita Penyidik sebagai pembayaran denda; serta 2 unit mobil mewah yaitu Land Range Rover dan Toyota New Vellftre dirampas untuk negara. 

Kedua periode tahun 2018 sampai dengan 2019, Penegakan hukum di peredaran bebas terhadap barang impor yang diduga berasal dari tindak  pidana penyelundupan (penadahan barang impor eks ludup di peredaran bebas). Petugas Bea Cukai Kanwil Jakarta melakukan penindakan handphone baru berbagai merek yang di impor secara ilegal di toko handphone AS di ITC Roxy Mas,Jakarta Pusat.

Sedangkan pada periode bulan Maret sampai dengan September 2017 sejumlah 270 handphone dengan tersangka GUN alias AH dan putusan pidana penjara 1 tahun percobaan. Pidana denda sejumlah Rp4.999.904.000,00,- barang bukti berupa handphone dirampas untuk dimusnahkan; serta barang bukti berupa speedboat dengan 4 mesin SB Santo 2 Jekot, S den 6 buah rekening beserta uang di dalamnya dirampas untuk negara. 

Ketiga periode tahun 2019 yaitu Restorative Justice dalam penyidikan 7 perkara kepabeanan sebagai upaya pengembalian kerugian negara secara sukarela sebagai penerapan pasal 59 Undang-Undang tentang Cukai dan pasal 110 Undang-Undang tentang Kepabeanan melalui jaminan pembayaran pidana denda dengan jumlah mencapai Rp14,723 miliar serta aset berupa speedboat dengan 4 mesin SB Santo 2 Jekot, 1 mobil Honda Mobilio, dan 1 mobil Toyota Alphard. 

Selain itu, Restorative Justice dalam pengenaan sanksi administrasi sebesar Rp 8.358.042.004,00 Penanganan perkara secara hulu hilir (terintegrasi) menuju peredaran rokok ilegal 3%  dengan mengungkap 4 pelaku tindak pidana peredaran rokok ilegal jaringan Jawa Tengah dan Jawa Timur dan daerah Sumatera dengan kerugian negara dalam 1 tahun adalah sebesar Rp10.000.000.000,00. 

Keempat Penyidikan Multidoors berupa penyidikan bersama yang dilakukan oleh Kanwil Bea Cukai Jakarta dan Balai Besar POM DKI Jakarta atas 2 tindak pidana cukai dengan tersangka SH alias AHUI (tertangkap tangan menjual minuman keras lokal (CIU) tanpa dilekati pita cukai dengan barang bukti sejumlah 130 ton). Dan tersangka JJ (menjual hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) impor jenis ekstrak dan essens tembakau tanpa dilekati pita cukai di beberapa marketplace) 

“ Dalam memberantas peredaran rokok dan minuman keras ilegal. Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus bersinergi dengan instansi/aparat penegak hukum lainnya antara lain Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta dan Kejaksaan Negeri. Balai Besar POM DKI Jakarta. DJP. PPATK. BNN. Polda Metro Jaya. Baharkam Mabes Polri, Badan Intelijen Strategis, Kodam Jaya, Pomdam Jaya, Armabar AL, Garnisun guna menciptakan persaingan ekonomi yang sehat demi kemakmuran rakyat,” tutur Dirjen Heru.. 

Ditambahkannya, berbagai upaya telah dilakukan oleh Kanwil Bea Cukai Jakarta sudah membuahkan hasil yaitu diperolehnya piagam sebagai Kantor Wilayah yang Iayak dijadikan role model operasi pengawasan minuman keras di seluruh Indonesia. Penghargaan sebagai Kantor Wilayah dengan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang terbanyak pada Tahun 2018.

“ Kegiatan pemusnahan ini selain sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas Bea Cukai. juga sebagai bukti bahwa Bea Cukai mampu untuk mengamankan hak-hak penerimaan negara serta melindungi negara dari peredaran barang-barang yang berbahaya,” pungkas Dirjen Heru. (Ody-Tim Redaksi)

Kategori:BEA CUKAI, HUKUM, POLRI, REGULASI

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s