
Mimbar Maritim – Jakarta
Perairan Marunda Jakarta Utara terletak di sebelah Timur pelabuhan Utama Tanjung Priok di dalam Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda. Aktifitas pelabuhan Marunda beberapa tahun belakangan ini semakin padat. Memiliki tiga pintu masuk dan keluar lalu lintas kapal yakni Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT.Karya Citra Nusantara, BUP Marunda Center Terminal (MCT) atau PT.Pelabuhan Tegar Indonesia dan Dermaga Kali Blencong (Dermaga Alpa).
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Kelas IV Iwan Sumantri ketika berbincang-bincang dengan Mimbar Maritim diruang kerjanya, Senin (25/11/2019) mengatakan arus kunjungan kapal di pelabuhan Marunda saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada tahun 2018 pada periode yang sama.
Menurut dia, Kegiatan bongkar dan muat sampai bulan Oktober 2019 tercatat 27.259.364 Ton (bongkar) dan 13.955.695 Ton (muat). Sementara kegiatan operasional kunjungan dan keberangkatan kapal per Oktober tahun 2019 mencapai 7000 unit kapal atau rata – rata 700 unit kapal per bulan, atau naik 5,60% jika dibandingkan tahun 2018 periode sama yang tercatat 6680 unit kapal.
“ Kapal – kapal yang kita layani sehari – hari dipelabuhan Marunda yaitu kapal tug boat plus tongkang, kapal supply, crew boat, kapal motor sebagian kapal muat yaitu peralatan off shore, general cargo, Batu Bara, Kaolin dan CPO antar pulau. Selain itu, juga melayani kapal Roro dan kapal tangker di dermaga MCT,” terang Iwan Sumantri.

Iwan Sumantri menjelaskan pegawai KSOP Marunda berjumlah 50 orang sesuai dengan bidang masing –masing, para pegawai telah mumpuni untuk melayani pengguna jasa. Terkait dengan keselamatan pelayaran KSOP Marunda selalu melakukan pengecekan peralatan keselamatan di atas kapal dan kelaiklautan kapal. “ Namun yang menjadi kendala yang kami hadapi di KSOP Marunda adalah belum memiliki Kapal Patroli yang memadai untuk mengawasi dan memantau lalu lintas kapal di perairan Marunda,” katanya.
Lebih lanjut Iwan Sumantri, menyampaikan dengan padatnya lalu lintas kapal dan barang di pelabuhan Marunda, pihaknya mengharapkan agar layanan KSOP Marunda sesuai dengan keinginan para pengguna jasa pelabuhan. Dimana pelabuhan Marunda adalah pelabuhan tujuan, tentu kami terus akan tingkatkan pelayanan demi menjaga kelancaran arus barang.

“ Kita selalu mengutamakan percepatan proses pelayanan dokumen kapal, walaupun KSOP tidak berada di tempat petugas yang lain juga dapat memberikan pelayanan tidak harus menunggu KSOP. Kami menyadari bahwa system layanan di KSOP Marunda masih manual, akan tetapi kedepan pasti akan mengarah ke on line (digitalisasi), namun pembayaran PNBP sudah sistem on line,” ujar Iwan Sumantri.
Iwan Sumantri menambahkan peningkatan kualitas SDM KSOP Marunda akan terus dilakukan , melalui pendidikan dan pelatihan. Misalnya pegawai akan dikirim mengikuti diklat pelayanan kesyahbandaran dan keselamatan pelayaran.

Sementara pada kesempatan terpisah Banu Amza Komisaris PT. Berlian Pulau Mandangin (BPM) perusahaan pelayaran salah satu pengguna jasa di pelabuhan Marunda, ketika dikonfirmasi Mimbar Maritim melalui telepon selulernya mengatakan bahwa pelayanan di KSOP Marunda saat ini sudah membaik dan sistem pembayaran PNBP melalui online.
Menurut Banu Amza bahwa KSOP Marunda telah memenuhi apa yang menjadi kemauan dan harapan pengguna jasa dalam hal pelayanan sehari – hari, terkait pelayanan dokumen kapal sekarang paling cepat dan tidak harus menunggu KSOP.
“ Semua pelayanan yang ada di KSOP Marunda baik di bidang lala dan SPB kapal dan layanan lainnya, kami sangat merasakan cukup baik. Harapan kami kedepan agar KSOP Marunda tetap melakukan inovasi atau perbaikan layanan,” pungkas Banu Amza. (Ody-01).