Kantor Disnav Tipe B Tanjung Priok Sosialisasi Pengembangan Layanan BLU Navigasi, Tingkatkan Kualitas Layanan

Mimbarmaritim.com (Jakarta)

Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengembangan Potensi Layanan Kenavigasian Melalui Badan Layanan Umum (BLU) Navigasi” bertempat di Hotel Orchad Industri, Jakarta Pusat Selasa (16/7/2024).

Kepala Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Dr. Capt.Mugen S. Sartoto dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan tujuan diselenggarakannya FGD tersebut adalah guna memberikan informasi kepada publik tentang BLU Navigasi yakni jenis – jenis pelayanan yang akan dikembangkan kedepan, besaran tarif yang berlaku dan sustainability pelayanan BLU Navigasi.

“FGD ini juga membuka ruang informasi dan komunikasi antara Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok dengan Unit Kerja Kementerian /Lembaga terkait, stakeholder, pengguna jasa tentang pengembangan layanan kenavigasian melalui BLU Navigasi untuk mewujudkan kolaborasi dan sinergitas seluruh pihak yang terkait,” kata Capt. Mugen.

Capt. Mugen mengungkapkan dalam penyelenggaraan bidang kenavigasian pada dasarnya dapat dilaksanakan melalui layanan penyelenggaraan Alur Pelayaran, layanan penyelenggaraan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), dan layanan penyelenggaraan Telekomunikasi Pelayaran.

“Disamping menunjang aspek keselamatan pelayaran dan kelancaran lalu lintas pelayaran, penyelenggaraan kenavigasian memiliki peran penting bagi sejumlah aspek strategis, yaitu kelancaran mobilitas logistik lintas wilayah NKRI dan global, perlindungan lingkungan maritim, perlindungan aset vital di perairan, keselamatan dan keamanan aktifitas ekonomi, Industri dan masyarakat di perairan maupun pesisir, serta penguatan kedaulatan Indonesia di pulau – pulau terdepan dan wilayah batas laut,” jelasnya

Lebih lanjut, Capt. Mugen menyebutkan melalui BLU Navigasi, maka terbuka berbagai peluang kerja sama yang luas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang berkembang di kalangan pengguna jasa, stakeholder, dan masyarakat.

Oleh karena itu, kata Capt.Mugen, perlu adanya strategi pengembangan potensi layanan kenavigasian dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu peningkatan optimalisasi aset yang dikelola BLU, penerapan strategi digitalisasi proses bisnis dan layanan BLU, serta peningkatan sinergi layanan BLU.

“Dengan terus berinovasi dan berkomitmen pada peningkatan, saya optimis kita dapat menyediakan layanan kenavigasian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar sesuai dengan tugas dan fungsi, tetapi juga melampaui ekspektasi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Usaha, Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Ni Widaningsih pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa dengan telah ditetapkanya Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok sebagai satuan kerja (Satker) untuk menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU, maka Kantor Disnav Tipe B Tanjung Priok berkomitmen untuk mengembangkan potensi layanan di bidang kenavigasian yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan ragam pelayanan publik.

Menurut, Ni Widaningsih disamping melaksanakan layanan utama, BLU Navigasi akan menyelenggarakan sejumlah layanan penunjang (bernilai tambah) lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan maupun pemanfaatan aset yang dimiliki, meningkatkan kualitas dan nilai tambah layanan publik, serta menyelenggarakan pelayanan bernilai tambah sesuai dengan permintaan (demand) yang berkembang di lingkungan pengguna jasa dan stakeholder Maritim.

“Melalui FGD ini, kami ingin menginformasikan beberapa pengembangan layanan kenavigasian yang akan dijalankan pada BLU Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok yaitu layanan utama dan layanan penunjang,” katanya

Ni Widaningsih menjelaskan yang termasuk layanan utama, antara lain penyelenggaraan SBNP yaitu jasa penggunaan SBNP, layanan instalasi dan monitoring SBNP, lalu penyelenggaraan Telekomunikasi Pelayaran yaitu telegram radio dan lalu lintas pelayaran (VTS), serta penyelenggaraan Alur Pelayaran yaitu jasa survei hidrografi dan jasa perencanaan.

Kemudian, lanjutnya, termasuk layanan penunjang antara lain penggunaan lahan, ruangan, bangunan, gedung, sarana olahraga dan wisata edukatif, lalu penggunaan peralatan dan mesin, penggunaan sarana transportasi, selanjutnya bimbingan, pendidikan, pelatihan dan penelitian, terakhir penggunaan SDM, perbengkelan dan galangan, serta penjualan produk lainnya.

“Dengan diselenggarakan FGD ini, diharapkan semakin terjalinnya kolaborasi, sinergitas dan ekosistem Maritim untuk mendukung peningkatan layanan kenavigasian pada BLU Navigasi guna mewujudkan amanah Undang – Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Visi dan Misi Maritim Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” pungkas Ni Widaningsih.

Kegiatan FGD Kantor Disnav Tipe B Tanjung Priok ini dihadiri para peserta dari Distrik Navigasi yang mendapatkan pelimpahan pelaksanaan fungsi kenavigasian sebagai Satker PPK-BLU, perwakilan UPT Ditjen Perhubungan Laut, pengguna jasa, mitra kerja, Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait.

Kegiatan FGD ini hadir sebagai Narasumber diantaranya Kepala Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok, Dr Capt. Mugen S. Sartoto, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi, Prof. Wihana Kirana Jaya, dan Kepala Subdirektorat PPK-BLU III, Dani Ramdani dan dipandu sebagai Moderator Kabid Layanan dan Telekomunikasi Pelayaran Disnav Tipe B Tanjung Priok Lusi Andayani.(Red-MM).

Tinggalkan komentar