IPCC Gelar Table Top Exercise (Wet Drill) Bersama Stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok

Mimbarmaritim.com (Tanjung Priok)

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) melaksanakan KeTable Top Exercise Berikut Wet Drill Peralatan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan Tanjung Priok, Kamis (27/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari KSOP Utama Tanjung Priok, Executive Director Regional 2 Drajat Sulastyo dan Executive General Manager Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Frekson Tampubolon S.IK, M.H, Direksi anak Perusahaan, stakeholder/mitra di area Pelabuhan Tanjung Priok, Insan IPCC dan para pekerja di area Pelindo Regional 2 Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan pelaksanaan Table Top Exercise dan Wet Drill Peralatan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan ini akan dilakukan secara rutin berkolaborasi antara Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan anak Perusahaan setiap 2 (dua) kali dalam setahun secara bergantian di wilayah kerja Pelindo Regional 2 Tanjung Priok.

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Wing Megantoro mengatakan sebagai perusahaan pengelola Terminal Khusus Kendaraan, manajemen IPCC dengan semangat tinggi dan terbuka menyambut tamu undangan menyaksikan dan mempelajari secara langsung bagaimana proses penanggulangan bencana jika terjadi di area kerja IPCC.

Ia menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 58 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan, ketersediaan personil penanggulangan, edukasi, dan peningkatan pemahaman tentang Penanggulangan Tumpahan Minyak di laut utamanya pada daerah kerja Pelabuhan.

Berikut adalah rincian simulasi yang telah dilaksanakan:

  1. Simulasi Insiden
    Terjadi tumpahan minyak akibat tabrakan kapal dengan dermaga, dengan estimasi tumpahan MFO (marine fuel oil) sebesar 101,59 m³ atau 101.590 liter. Tumpahan minyak mengarah ke Timur dan memerlukan penanganan segera.
  2. Koordinasi dan Penanganan Awal Notifikasi insiden dilakukan melalui radio atau oleh petugas keamanan kepada On Scene Commander (OSC). OSC kemudian memberikan briefing kepada tim respons tumpahan minyak, termasuk operator support boat, dan mengerahkan Peralatan Penanggulangan Tumpahan Minyak (PPTM).
  3. Penggelaran PPTM
    Dilakukan penggelaran oil boom, skimmer, dan penyimpanan sementara di darat untuk menahan dan memproteksi tumpahan minyak.
  4. Penutupan Latihan
    Informasi terakhir menunjukkan bahwa tumpahan minyak berhasil dihentikan. PPTM kemudian didemobilisasi.

Wing Megantoro mengungkapkan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan memberikan dampak yang positif bagi semua pihak yang terlibat. Secara langsung bagi IPCC hal ini memberikan dampak positif yakni memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang penanggulangan tumpahan minyak, meningkatkan kepedulian pekerja, mendapatkan feed back serta evaluasi terkait kesesuaian prosedur dengan pelaksanaan ketika latihan dilakukan. Sebagai Perusahaan penyedian layanan Terminal khususnya bongkar muat kendaraan,

“IPCC terus berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap pelanggan dengan motto Operational Excellent, No Accident, Zero Defect. Sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi customer yang sudah memilih kami sebagai One Stop Solution untuk Layanan bongkar muat kendaraan,” pungkas Wing Megantoro. (Red-MM).

Tinggalkan komentar