IPCC Gelar Pelatihan ISPS Code, Perkuat Sistem Keamanan Terminal

Mimbarmaritim.com (Jakarta)

Ditengah isu geopolitik dunia internasional yang dapat berimbas kepada performa perusahaan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dengan kode saham (IDX: IPCC), secara berkelanjutan melaksanakan In House Training ISPS Code Model Course 3.25 tentang Peningkatan Kesadaran Keamanan Untuk Seluruh Orang yang Beraktifitas Dan Atau Bekerja Di Fasilitas Pelabuhan.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 1 (satu) hari ini, selain dihadiri manajemen IPCC, juga dihadiri Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Republik Indonesia (KPLP) Jon Kenedi, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M.Takwin Masuku diwakili Kabid Pengawasan dan Penindakan Capt.Johsua Antoni serta jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok.

Sementara peserta pelatihan diikuti Staf Operasional IPCC Branch Jakarta dan Mitra PBM-Logistik IPCC, bekerjasama dengan Recognized Security Organization (RSO) PT YAPANINDO Konsultan sebagai fasilitator in house training, di Jakarta pekan lalu.

Direktur KPLP Jon Kenedi saat pembukaan menyampaikan apresiasi kepada manajemen IPCC yang telah menyelenggarakan pelatihan ISPS Code Model Course 3.25 batch ke-3 dari 4 batch yang direncanakan terlaksana pada tahun 2024. Dengan terlaksananya pelatihan ini diharapkan seluruh individu yang melakukan kegiatan pelayanan terminal khususnya terminal kendaraan mampu menerapkan tingkat keamanan berbagai level, prosedur dalam keadaan darurat dan rencana penanggulangannya serta menumbuhkan kesadaran selama melakukan pengamanan Pelabuhan sebagai objek vital Nasional.

Sementara Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi pada kesempatan itu menerangkan bahwa perusahaan selalu berkomitmen secara komprehensif dan konsisten untuk mendukung dan mematuhi semua ketentuan yang tertuang dalam regulasi IMO dalam penerapan ISPS Code, salah satunya dengan penyelenggaraan kegiatan In House Training ini.

” IPCC telah memberikan pelatihan kepada 142 pekerja dalam 3 batch atau sekitar 60% dari total pekerja bidang operasional. Sedangkan untuk mitra PBM maupun logistik Perusahaan mencapai 85% atau sejumlah 125 orang yang terbagi dalam 4 batch,” sebutnya.

Sugeng mengatakan secara aktif IPCC selalu berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok dalam kegiatan Joint Exercise ISPS Code yang dikoordinasikan oleh Regional 2 Tanjung Priok.

Selain itu, lanjut Sugeng, IPCC juga telah menyelenggarakan program training, berbagai upaya dalam meningkatkan pelayanan dari sisi operasional juga dilakukan Perusahaan diantaranya memenuhi kewajiban latihan tanggap darurat secara berkala, audit internal, verifikasi SoCPF, tindakan perbaikan dari temuan audit ISPS Code (bila terdapat temuan) serta melakukan pemeliharaan PFSP dan PFSA secara konsisten dengan terus menerus meningkatkan sistem keamanan yang sejalan dengan program sterilisasi Terminal IPCC.

“Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak utamanya Bapak Direktur KPLP, Jajaran KSOP Tanjung Priok RSO PT YAPANINDO, para tim penyelenggara dan para peserta pelatihan ini. Semoga pelaksanaan kegiatanini berjalan lancar dan sukses serta implementasi ISPS Code di seluruh Terminal yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk khususnya di Tanjung Priok selalu terjaga dengan baik dan kondusif guna mendukung perekonomian Nasional,” pungkas Sugeng.(Red-MM).

Tinggalkan komentar