
Mimbarmaritim.com (Tanjung Priok)
Pelabuhan Utama Tanjung Priok disinggahi kapal Latih dari Busan Korea Selatan, nama kapal TS.Hambada sandar di Dermaga Eks Presiden, hari ini Selasa (28/5/2024), dengan membawa 138 orang Taruna/Cadet yang berlayar dari Thailand menuju Pilihpina,
Kunjungan kapal latih Korea Selatan tersebut mendapatkan sambutan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok yang dipimpin oleh M.Takwim Masuku dengan mengirimkan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Capt.Yohsua Antoni didampingi Kepala Seksi Pengawasan Kelaiklautan Kapal Capt.Budi Paros Sitohang.
Capt.Yohsua Antoni dalam sambutannya mengucapkan Selamat Datang dan Selamat menikmati kunjunga nya kesalah satu pelabuhan utama dan tersibuk di Indonesia.
Nahkoda Kapal Capt.Lee Yun Sok pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat hangat dan berarti dari Kantor KSOP Utama Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut, Capt.Lee Yun Sok kunjungan tersebut adalah merupakan kunjungan yang Ke 4 dan setiap kunjungan sangat memberikan hal – hal baru yang sangat bermanfaat.
Capt.Yohsua Antoni menyebutkan kapal Latih TS. Hambada Korea ini dilengkapi fasilitas dengan ruang belajar, ruang tidur, dan juga tenaga pengajar yang mahir di bidangnya. Dalam pelayaran ini turut serta juga 3 orang Profesor sebagai Pengajar :
- Prof Anh Young
- Prof Hong Sangyong
- Prof Lee Duh Yeoung
“Dalam kunjungan ini Taruna (Cadet) dari negara Korea Selatan tersebut rencananya akan mengunjungi 2 (dua) Sekolah Pelayaran yang berlokasi di wilayah Jakarta dan juga akan melakukan kunjungan di salah satu museum di Jakarta,” ujar Capt.Yohsua.
Sementara Kepala Seksi Pengawasan Kelaiklautan Kapal Capt.Budi Paros Sitohang, mengatakan kedatangan kapal TS. Hambada ini di ageni oleh salah satu perusahaan keagenan pelayaran kapal PT. Emlim Shipping yang beroperasi di Tanjung Priok.
‘Selamat datang, TS. Hambada, kita juga berharap semoga menjadi angin segar dalam pembinaan calon – calon pengarung samudera dan insan – insan maritim yang tangguh di Indonesia,” kata Budi Paros. (Red-MM).