Ditjen Hubla Gelar Join Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok Terkait Ancaman Cyber dan Dampak Lalu Lintas 

Mimbarmaritim.com (Tanjung Priok) 

Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat KPLP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah RI Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran dan Permenhub Nomor. 51 Tahun 2021 tentang Prosedur dan Tata Cara Pelaksanaan Verifikasi Manajemen Kapal dan Fasilitas Pelabuhan serta tindak lanjut Kepala KSOP Utama Pelabuhan Tanjung Priok Nomor UM. 207/1/11/KSOP.TPK/2024 tanggal 17 Januari 2024 tentang Agenda Join Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok terkait Ancaman Cyber (Cyber Attack) dan Dampak Lalu Lintas (Traffict Impact), sebelumnya telah melaksanakan kegiatan Capacity Building Cyber Attack di Hotel Grand Orchard, Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024) lalu.. 

Sedangan kegiatan Join Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok terkait Ancaman Cyber (Cyber Attack) dan Dampak Lalu Lintas (Traffict Impact) pertama sekali diselenggarakan di Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok bertempat di Gedung Museum Maritim Indonesia PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, hari ini Kamis (29/2/2024). 

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Jon Kenedi saat membuka acara Join Exercise ISPS Code Fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok terkait Ancaman Cyber (Cyber Treats) dan Dampak Lalu Lintas (Traffict Impact dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Join Exercise dilaksanakan hari ini di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan bukti nyata dari komitmen bersama untuk meningkatkan kerjasama lintas negara dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah Maritim. 

Join Exercise seperti ini memiliki nilai strategis yang tinggi, karena dapat memberikan kesempatan bagi kita untuk berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam menangani berbagai tantangan keamanan yang mungkin terjadi di pelabuhan, ” katanya. 

Untuk itu, lanjut Jon Kenedi, kerjasama lintas negara sangat penting dalam menghadapi ancaman yang melintas batas-batas nasional seperti perdagangan ilegal, penyeludupan senjata, terorisme maritim dan ancaman lainnya. “Dengan adanya komitmen dan kesungguhan kita bersatu akan dapat memastikan bahwa pelabuhan kita aman dan terlindungi,” ungkap Jon Kenedi. 

Ia mengungkapkan Join Exercise ini merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan koordinasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat dalam keamanan pelabuhan,  termasuk otoritas pelabuhan, penegak hukum dan pihak swasta yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. 

“Melalui latihan bersama ini akan dilakukan berbagai skenario ancaman, termasuk serangan cyber, perdagangan ilegal, penyelundupan senjata, dan ancaman di laut lainya dapat disimulasikan untuk menguji respon dan koordinasi. Hal ini dapat membantu dalam mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan kesiapsiagaan secara keseluruhan,” jelas Jon Kenedi. 

Jon Kenedi mengatakan dirinya yakin melalui Join Exercise tersebut, akan memperkuat dan membangun jaringan yang kuat antar negara serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan di wilayah Maritim. Karena semakin kuat kerjasama tentu semakin efektif kita melindungi pelabuhan-pelabuhan Indonesia dan menjaga keamanan laut global. 

“Dengan meningkatnya kapasitas melaksanakan latihan bersama seperti ini, akan dapat memperkuat ketahanan terhadap ancaman cyber serta ancaman lainnya. Hal ini akan memastikan kelancaran operasi dan keamanan bagi semua pihak yang terlibat di dalam Pelabuhan,”ujarnya.

Jon Kenedi usai acara Join Exercise juga menambahkan dengan adanya latihan bersama ini tentunya kejahatan Cyber Attack di wilayah Maritim dapat segera diatasi dan diminimalisir, karena kejahatan itu sekarang terjadi bukan hanya di dunia nyata (real) akan tetapi di dunia maya juga sudah terjadi, misalnya belum lama ini ada kejadian kejahatan cyber di PT JICT ( Jakarta Internasional Container Terminal) dimana sistem pelayanan digital nya sempat mengalami shot down dan juga pernah terjadi di kapal Pertamina.

“Dimana kapal Pertamina berlayar dari Balongan Indramayu tujuan Pelabuhan Tanjung Priok ditengah jalan saat berlayar ada yang mendapat kiriman Email agar kapal tersebut di alihkan ke menuju Surabaya hal ini merupakan salah satu contoh gangguan dari kejahatan cyber attack,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok M. Takwin Masuku mengatakan Join Exercise ini adalah program dari Direktorat KPLP dan dipilihlah KSOP Utama Tanjung Priok sebagai pelaksana kegiatan. Posisi Kantor KSOP Utama Tanjung Priok juga sebagai PSO (Port Security Officer) bersama PSC (Port State Control) yang mengkordinir seluruh PFSO (Port Facility Security Officer) Terminal Petikemas dan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan Join Exercise ini.

Dia mengakui bahwa kegiatan Join Exercise seperti ini baru yang pertama dilaksanakan di Indonesia dan diselenggarakan di pelabuhan Tanjung Priok, diharapkan dengan adanya latihan bersama akan bermanfaat terhadap seluruh operasional pelabuhan Tanjung Priok dan stakeholder lainnya.

“Join Exercise ini kedepannya tentu akan di terus evaluasi dan melalui kegiatan ini dapat berkoordinasi dari sisi pengamanan pelabuhan. Apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan (sabotase) tentu kita sudah siap siaga dan dengan cepat tanggap untuk mengantisipasi dari mana datangnya gangguan tersebut. Karena bentuk komunikasi seluruh stakeholder di pelabuhan Tanjung Priok sudah terbangun dengan baik,”jelasnya.

Dia mencontohkan jika ada kejadian di Terminal A, otomatis kita sudah langsung mengetahui berkoordinasi dengan pihak siapa tentu dengan cepat dan segera dapat mengatasi gangguan tersebut. Artinya begitu ada kejadian dilaporkan ke Kantor KSOP Utama Tanjung Priok langsung bisa koordinasi dengan seluruh Terminal di pelabuhan Tanjung Priok untuk siaga dan masing-masing instansi terkait serta seluruh PFSO di wilayah Tanjung Priok dengan cepat dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mengatasi gangguan tersebut.

“Maka dengan adanya latihan bersama ini, seluruh instansi terkait dan stakeholder di pelabuhan Tanjung Priok cepat tanggap, ketika ada gangguan dan terjadi kejahatan yang menganggu operasional pelabuhan tidak bingung lagi untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan latihan bersama, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M.Takwin Masuku pada kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Join Exercise tahun 2024 di pelabuhan Tanjung Priok. “Semoga kegiatan ini bisa menjalin kerjasama yang terpadu dalam hal keamanan di fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok,” tukasnya

Setelah selesai melaksanakan kegiatan Join Exercise, Direktur KPLP Jon Kenedi memberikan PIN dan Sertifikat kepada seluruh perwakilan stakeholder pelabuhan Tanjung Priok yang mengikuti latihan bersama di Gedung Museum Maritim Indonesia Tanjung Priok Jakarta Utara.

Turut hadir dalam kegiatan Join Exercise ISPS Code Tahun 2024 di Pelabuhan Tanjung Priok diantaranya Direktur KPLP Jon Kenedi, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok M.Takwin Masuku, Executive General Manager (EGM) Adi Sugiri, Kasubdit Patroli dan Pengamanan Direktorat KPLP Yuserizal dan Indang Noerkajati, Kabid Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Priok Capt.Yohsua P.S.Anthonie, Kasie Pengawasn Bandar Capt.Anton Setiawan, Kasie Patroli dan Penindakan Nuryadin, Kantor KSOP Kelas I Banten diwakili Kabid Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Capt. Agus Arifianto, Kepala KSOP Kelas II Cirebon Een, Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan Kelas III Indramayu diwakili Eko Riyanto, Kantor KSOP Kelas III Marunda diwakili Joe Natal Lumban Gaol.

Selain itu, hadir juga perwakilan dari Kedutaan Amerika Serikat, perwakilan dari Kedutaan Australia, perwakilan Direktur Keamanan Siber dan Sandi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Media dan Transportasi, perwakilan Kepala Devisi Hubungan Internasional POLRI Up Ses NBC Interpol Indonesia, perwakilan Direktur Tindak Pindah Siber Badan Reserse Kriminal, perwakilan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta, perwakilan Direktur Polairud Polda Metro Jaya, perwakilan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, seluruh PFSO (Port Facility Security Officer) dan Tim IT Pelabuhan Tanjung Priok, CSO (Company Security Officer) PT Pertamina Internasional Shipping, CSO PT Pelni (Persero) Tanjung Priok dan stakeholder lainnya.(MM-01).

Tinggalkan komentar