
Mimbarmaritim.com (Jakarta)
PT Subholding Pelindo Solusi Logistik atau disingkat (SPSL) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo pada klaster logistik dan hinterland development kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Teman Nelayan dengan memberikan bantuan 2 (dua) unit keramba apung untuk budidaya kerang hijau di pesisir laut Jakarta.
Bantuan ini diberikan melalui Yayasan Cikal Cendikia Salsabila dan kelompok nelayan Rumah Nelayan Indonesia, diharapkan kan dapat memberikan manfaat kepada para nelayan. Sehingga kemudian dapat menciptakan nilai ekonomis yang lebih baik, meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah pelaksanaan program TJSL, serta berdampak mengurangi kerusakan ekosistem laut.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan SPSL Kiki M. Hikmat melalui keterangan persnya diterima redaksi Mimbar Maritim,Jumat (23/2/2025) menyampaikan, SPSL sebagai Anak Perusahaan BUMN berkomitmen untuk terus berfokus pada kegiatan operasional dan bisnis, namun juga berupaya untuk melaksanakan program TJSL yang menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk mendukung implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance).
Kiki mengatakan Program TJSL Teman Nelayan ini merupakan kegiatan pemberdayaan ekonomi mandiri dan salah satu bentuk kepedulian terhadap alam dan masyarakat khususnya para nelayan. Sehingga perusahaan dapat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Kami sangat berharap para nelayan di Indonesia khususnya di perairan Pulau Seribu Jakarta Utara dapat hidup sejahtera,” ungkap Kiki.
Kiki mengungkapkan melalui program ini, SPSL turut serta berpartisipasi dalam peningkatan kualitas lingkungan atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No.14 yaitu ekosistem lautan. Dimana keberadaan kerang hijau dapat memberikan dampak positif terhadap keanekaragaman hayati karena kerang hijau merupakan substrat atau landasan keras untuk meletakkan telur berbagai biota laut dan menjadi struktur berlindung dan sumber makanan berbagai jenis.
Selain itu, lanjut Kiki, program ini juga merupakan salah satu upaya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dengan membantu menyediakan sumber pendapatan dan mata pencaharian yang merupakan penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No.8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu pengurus kelompok Rumah Nelayan Indonesia, Umar Pamungkas, mengakui program TJSL SPSL ini sangat memberikan manfaat bagi nelayan. Pasalnya melalui bantuan yang diberikan, SPSL dapat meningkatkan jumlah kerang hijau yang dibudidaya dan dipanen.
“Bantuan dari SPSL ini sangat bermanfaat bagi kami terutama secara ekonomi. Kegiatan budidaya kerang hijau ini merupakan salah satu sumber mata pencaharian kami selain sebagai nelayan. Sehingga bantuan ini akan dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan kami. Dari hasil panen kerang hijau juga dihasilkan berbagai bentuk produk olahan yaitu kerang hijau kemasan yang sudah dikupas cangkangnya dan sambal kerang,” tutur Umar.
Kiki menambahkan melalui program TJSL ini, manajemen SPSL berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam membantu pemerintah, sebagaimana arahan Menteri BUMN bahwa program TJSL BUMN agar fokus kepada 3 (tiga) bidang prioritas yakni bidang Pendidikan, Lingkungan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK). (Red-MM)