
Mimbarmaritim.com (Jakarta)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholdingnya, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), mencatat kinerja positif untuk pemanduan dan penundaan, serta penyediaan jasa utilitas untuk listrik dan air.
Visi SPJM sebagai Service and Operational Provider, terus diwujudkan dalam layanan ke seluruh stakeholder. Setelah menghadirkan Phinnisi, yang telah sukses diimplementasikan di 33 cabang pelabuhan, diharapkan kinerja Perusahaan dapat terus melaju.
SPJM yang bergerak memberikan layanan marine, peralatan (equipments) dan jasa utilitas (port services atau port utilities) atau biasa disingkat dengan MEPS mencatat kinerja yang baik untuk pemanduan dan penundaan.
Mewakili manajemen Perusahaan, dalam Media Luncheon SPJM yang digelar di Jakarta, Sabtu, (23/12/2023) Direktur SDM dan Umum PT Pelindo Jasa Maritim, Rachmat Prayogi, menyampaikan, “Hingga November 2023 kinerja pemanduan yang dilakukan oleh SPJM Group mencapai 376.168 gerakan atau naik 911,61% dibanding pencapaian sd November 2022.”
Sedangkan kinerja penundaan sampai dengan November 2023 mencapai 4,4 juta GT Jam atau naik 128,88% terhadap pencapaian sampai dengan November 2022, lanjutnya.
Selain itu, Rachmat menyebutkan SPJM juga membukukan prestasi yang baik dalam peraihan kinerja jasa utilitas berupa penyediaan air dan listrik. Hingga November 2023, kinerja air bersih mencapai 813.004 Ton atau naik 116,09% terhadap pencapaian sd November 2022. Demikian pula layanan listrik, kinerjanya sampai dengan November 2023 mencapai 161,78 Juta KWH atau naik 113,36% terhadap pencapaian sd November 2022.
“Layanan berkinerja cemerlang tahun ini adalah pemanduan dan penundaan, serta jasa utilitas berupa air dan listrik,” katanya.
Lebih lanjut Rachmat juga menuturkan kinerja stream peralatan yang juga tumbuh sangat positif.
“Kinerja availability sampai dengan November 2023 mencapai 92,89% atau naik 101,37% terhadap pencapaian sd November 2022,” ujar Rachmat.
Availability adalah tingkat kesiapan peralatan di pelabuhan. Sedangkan untuk kinerja mean time to repair sd November 2023 mencapai 2,25 Jam atau turun 47,41% terhadap pencapaian sd November 2022, “ungkap Rachmat lebih lanjut. mean time to repair adalah rerata waktu untuk melakukan perbaikan. Sebagaimana diketahui, jasa peralatan sangat krusial dalam menjaga stabilnya layanan kepelabuhanan di seluruh kelolaan Pelindo.
EKSPANSI BISNIS
Rachmat menjelaskan bahwa di luar layanan penundaan dan pemanduan, SPJM juga melakukan difersifikasi dengan menyediakan layanan Oil Spill Response (OSR) di internal Pelindo antara lain Belawan, Dumai, Bagendang, Bumiharjo, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak. Layanan OSR dilaksanakan oleh anak usaha SPJM yaitu PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).
Dikatakannya, layanan untuk pelabuhan-pelabuhan di kelolaan Pelindo grup, Pelindo Jasa Maritim juga terus melakukan ekspansi layanan di luar Pelindo. Kemudahan dan fleksibilitas layanan untuk terminal khusus juga menjadi prioritas Perusahaan.
Saat ini, sambungnya, SPJM Grup telah memberikan layanan tersus di Tarempa, Kideco, Sangatta, Weda Bay, dan Tilamuta. Untuck pelabuhan milik Kementerian dan Lembaga, SPJM memberikan layanan di Tanjung Balai Karimun, Nipah, Bunyu, dan Samboja.
“Kami melihat prospeknya sangat bagus dan kami berharap Indonesia juga bisa mengambil peran yang lebih besar dalam pemberian layanan di Nipah misalnya,” pungkas Rachmat. (MM-01).