
Mimbarmaritim.com (Sampit)
Jelang musim libur Natal 2023 dn Tahun Baru 2024 ( Nataru) jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diperkirakan akan naik 20 persen jika dibandingkan kondisi normal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Muhammad Hermawan melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Selasa (19/12/2023) mengatakan bahwa diperkiraan jumlah penumpang itu hampir 5.414 orang yang akan bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru naik 20 persen dari kondisi normal.
” Kami telah melaksanakan apel gabungan dengan seluruh instansi terkait di pelabuhan Sampit pada Senin (18/12/2023) untuk menghadapi penyelenggaraan angkutan Nataru dan apel gabungan tersebut dihadiri insan perhubungan. Apel gabungan ini sekaligus menandai dimulainya penyelenggaraan angkutan Nataru, khususnya di Pelabuhan Sampit. Angkutan Nataru akan berlangsung hingga arus balik pada tanggal 8 Januari 2024,” kata Hermawan.


” Untuk melayani saat puncak angkutan Nataru di Pelabuhan Sampit ada empat armada yang akan beroperasi, yakni milik PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama untuk tujuan Semarang dan Surabaya. Total kapasitasnya sebanyak 2.593 orang dan diperkirakan akan cukup untuk mengangkut seluruh calon penumpang,” sebutnya.
Menurut dia, terkait prediksi peningkatan sekitar 20 persen untuk kenaikan pada kegiatan Natal dan Tahun Baru, diperkirakan karena ini juga berbarengan dengan libur sekolah dan cuti bersama Nataru. Kenaikan penumpang sudah terjadi sejak pekan lalu.
Untuk itulah, tambah Hermawan, KSOP Kelas II Sampit menggelar apel bersama instansi terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa terlayani dengan baik dan tidak ada yang sampai telantar.
“Calon penumpang dari perkebunan juga menjadi kelompok yang dominan karena mungkin mengambil kegiatan libur bersama dan berbarengan libur anak sekolah sehingga mungkin orang tuanya yang bekerja di kebun kembali ke daerah masing-masing untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di daerah Jawa dan sekitarnya,” jelas Hermawan.

Ia menjelaskan jumlah penumpang tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun lalu seiring pemulihan pasca pandemi Covid-19. Untuk itu diperlukan persiapan yang baik agar penyelenggaraannya bisa sesuai harapan. Persiapan kapal yang akan digunakan oleh masyarakat yang akan melaksanakan libur Natal dan Tahun Baru, secara umum siap untuk digunakan. Pemeriksaan kelaikan kapal juga sudah dilakukan sejak Oktober lalu.
“Alhamdulillah… kelaikan kapal saat diperiksa pada Oktober 2023 lalu dan kondisinya semua laik laut, tinggal bagaimana para kru kapal mengarahkan pengguna kapal tersebut, baik masyarakat maupun kendaraannya agar bisa lebih baik,” ujar Hermawan.
Hermawan, menambahkan terkait kondisi cuaca bahwa BMKG sudah menginformasikan setiap harinya terkait perkembangan cuaca yang umumnya sudah memasuki musim penghujan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih mempersiapkan fisik atau kebutuhan saat menunggu atau tiba di pelabuhan berikutnya seperti payung, jas hujan atau obat-obatan yang bisa membantu menjaga stamina untuk antisipasi,” pungkasnya.(MM-01).